spot_img

CUAN Habiskan Rp17,73 Miliar untuk Eksplorasi Emas di Sumbawa, Ini Hasilnya

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) melalui anak usahanya, PT Intam, melaporkan aktivitas eksplorasi di Kabupaten Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Kegiatan yang berlangsung sepanjang Juli 2026 ini menelan biaya total mencapai Rp17,73 miliar.

Kegiatan eksplorasi berfokus di wilayah Kecamatan Lantung, Lenangguar, dan Ropang. Berdasarkan laporan perusahaan, biaya sebesar Rp17.737.096.500 tersebut digunakan untuk berbagai tahapan teknis di lapangan.

Eksplorasi melibatkan tim geolog PT Intam serta pihak ketiga. Pengeboran inti dilakukan oleh kontraktor PT GIS dan PT Armindo. Sementara itu, studi Geolistrik (IP) tahap 2 dilaksanakan oleh PT Geostrom.

Metode pengujian mencakup pemetaan geologi permukaan dan pembuatan parit uji di sepanjang sungai serta perbukitan. Perusahaan juga melakukan pengeboran inti dengan spasi antar line 100 meter di area prospek. Selain itu, pengambilan data geolistrik (IP) batuan dilakukan pada 19 line dengan total panjang 32,2 km.

Hasil eksplorasi hingga akhir periode pelaporan menunjukkan temuan yang signifikan. Tim di lapangan menjumpai batuan limestone yang teralterasi sedang hingga kuat dengan mineralisasi yang terlihat jelas.

Selain itu, ditemukan kemenerusan Quartz vein yang terdiri dari vein Alfa, Bravo, Carlie, dan Delta. Total panjang urat kuarsa tersebut mencapai 450 meter. Data resistivity dan chargeability juga mengindikasikan adanya beberapa titik jebakan batuan yang termineralisasi emas.

“Berdasarkan pengambilan data resistivity dan chargeability, beberapa tempat terindikasi adanya cebakan batuan yang termineralisasi,” tulis Direktur Utama CUAN, Michael, dalama keterbukaan informasi dikutip Minggu (5/7/2026).

Menindaklanjuti hasil tersebut, PT Intam telah menyusun rencana lanjutan. Perusahaan akan melanjutkan kegiatan trenching dan pemetaan lapangan. Pengeboran juga akan dipersempit dengan spasi antar line 50 meter.

Total kedalaman pengeboran yang direncanakan mencapai 7.000 meter. Langkah ini bertujuan meningkatkan tingkat keyakinan estimasi mineral emas di area prospek.

Selain itu, Michael menyatakan perusahaan menyiapkan pengeboran awal dengan total 6.000 meter di area prospek lainnya. Hal ini dilakukan guna memastikan hasil dari studi geolistrik yang telah dijalankan sebelumnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Agro Jaya Mandiri Rogoh Rp49,96 Miliar, Kini Genggam 5,02% Saham DGWG

STOCKWTCH.ID (JAKARTA) – Agro Jaya Mandiri meningkatkan porsi kepemilikan...

Jadwal Dividen Tunai SGRO 2026: Rp193 per Saham Cair 28 Juli, Yield 6,45%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Prime Agri Resources Tbk (SGRO)...

Heboh Isu PHK 90% Karyawan Tokopedia, Ini Kata Manajemen GOTO

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) –PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) memberikan...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru