spot_img

Bursa Saham Asia Rebound Ditopang Saham Cip & Sinyal Suku Bunga Fed

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Pasar saham Asia menguat pada perdagangan Jumat (3/7/2026). Kenaikan ini dipicu oleh pulihnya sektor manufaktur cip setelah aksi jual besar-besaran. Sentimen pasar juga didukung oleh laporan tenaga kerja Amerika Serikat (AS) yang lebih rendah dari perkiraan.

Mengutip Investing, kondisi pasar tenaga kerja AS tersebut menghidupkan kembali harapan pemangkasan suku bunga Federal Reserve (Fed) pada akhir tahun ini. Para investor kembali memburu saham teknologi yang sebelumnya tertekan. Ketegangan di Timur Tengah yang mereda turut meningkatkan selera risiko investor.

Bursa Korea Selatan memimpin penguatan di kawasan. Indeks KOSPI melonjak 5,76% dan memulihkan sebagian besar kerugian dalam dua sesi sebelumnya. Meski begitu, indeks ini masih turun sekitar 6,5% dalam sepekan.

Kenaikan KOSPI didorong oleh saham raksasa teknologi. Samsung Electronics Co Ltd (KS:005930) melonjak 6,5%. SK Hynix Inc (KS:000660) naik 4,2%. Walaupun menguat, kedua saham ini masing-masing masih turun 10,2% dan 15,4% dalam satu minggu terakhir.

Di Jepang, Indeks Nikkei 225 naik 1,53%. Indeks TOPIX juga menguat 1,24% karena eksportir dan pemasok teknologi bangkit kembali. Saham produsen memori Kioxia Holdings Corp (TYO:285A) melompat 9,23%. Rohm Ltd (6963) melonjak 14,18% dan Sumitomo Chemical (4005) naik 6,17%.

Pasar saham China turut pulih setelah mengalami penurunan tertajam dalam beberapa minggu. Indeks CSI 300 naik 0,62% dan Shanghai Composite (SSEC) bertambah 0,37%. Data Caixin PMI jasa tetap di wilayah ekspansi pada Juni. Pesanan ekspor China juga tumbuh pada laju tercepat dalam 20 bulan.

Sentimen positif dari luar negeri ikut mendukung pergerakan pasar. Indeks Dow Jones Industrial Average (DJI) ditutup pada level rekor tertinggi dengan kenaikan 1,14%. Nasdaq 100 Futures naik 0,9% dan S&P 500 Futures (ESU26) menguat 0,31%.

Harga minyak dunia terpantau stabil cenderung turun. Minyak mentah Brent (LCO) turun 0,52% dan WTI (CL) turun 0,66%. Penurunan ini terjadi setelah pernyataan Donald Trump terkait konflik di Timur Tengah.

Trump menyebut perselisihan dengan Iran mulai mereda. Ia meyakini Teheran bersedia kembali ke meja perundingan. Donald Trump mengatakan dalam sebuah wawancara CNBC, “Konflik dengan Iran telah mereda dan saya percaya Teheran bersedia untuk melanjutkan negosiasi.”

Dari Australia, indeks S&P/ASX 200 naik 1,37% setelah aktivitas jasa yang kuat memberi sinyal perbaikan kondisi bisnis. Sementara itu, indeks Hang Seng (HK50) di Hong Kong menguat 1,18%. Hang Seng memperpanjang kenaikan mingguannya menjadi sekitar 3,2%.

Di Asia Tenggara, indeks FTSE Straits Times Singapura (STI) naik 0,38% setelah sempat menyentuh rekor tertinggi baru. Fokus pasar selanjutnya tertuju pada data inflasi Thailand yang rilis Senin depan. Selain itu, Bank Negara Malaysia diprediksi akan mempertahankan suku bunga pekan depan.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Wall Street Bervariasi: Indeks Dow Jones Cetak Rekor Usai Rilis Data Tenaga Kerja AS

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau...

Bursa Saham Eropa Parkir di Zona Hijau, Indeks DAX Jerman Melonjak 2,16%

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup menguat pada...

Bursa Saham Asia Mayoritas Merah, Indeks Kospi Anjlok Tajam 7,89%

STOCKWATCH.ID (SEOUL) – Mayoritas bursa saham di kawasan Asia-Pasifik...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru