STOCKWATCH.ID (SEOUL) – Mayoritas bursa saham di kawasan Asia-Pasifik terpuruk pada penutupan perdagangan Kamis (2/7/2026). Indeks Kospi di Korea Selatan memimpin pelemahan dengan penurunan sangat tajam.
Mengutip CNBC, indeks Kospi anjlok 7,89% ke posisi 7.648,09. Ini merupakan level penutupan terendah Kospi sejak 8 Juni. Pelemahan ini menjadi yang terdalam di antara bursa utama Asia lainnya.
Indeks Kosdaq yang menaungi saham-saham berkapitalisasi kecil juga merosot. Kosdaq ditutup turun 6,74% ke level 866,72.
Kejatuhan pasar saham Korea Selatan dipicu oleh rontoknya harga saham raksasa teknologi. Saham Samsung turun 9,06% menjadi 286.000. Sementara itu, saham SK Hynix terjun bebas 14,57% ke posisi 2.187.000.
Bursa saham Jepang juga mencatatkan hasil negatif. Indeks Nikkei 225 merosot 2,47% atau berkurang 1.741,81 poin ke level 68.733,15. Namun, indeks Topix justru naik tipis 0,09% ke posisi 4.014,98.
Kondisi pasar di Australia cenderung stagnan. Indeks acuan S&P/ASX 200 ditutup flat dengan kenaikan tipis 0,02% di level 8.724,5.
Pasar saham China daratan mengalami tekanan cukup besar. Indeks CSI 300 jatuh hampir 3% ke posisi 4.812,3. Indeks Shanghai Composite melemah 2,03% ke level 4.028,904. Indeks Shenzhen Component juga terkoreksi 3,85% ke posisi 15.498,81.
Berbeda dengan mayoritas bursa, Indeks Hang Seng di Hong Kong berhasil menguat. Hang Seng naik 0,76% atau bertambah 174,01 poin ke level 23.055,03.
Beberapa bursa lain di Asia Tenggara terpantau bergerak di zona hijau. Indeks STI Singapura menguat 1,08% ke posisi 5.217,15. Indeks SETI Thailand naik 0,34% ke level 1.593,56. Bursa Malaysia juga terangkat 0,3% ke posisi 1.661,83.
Di India, indeks Nifty 50 naik 0,71% menjadi 24.175,7. Sebaliknya, indeks Taiwan melemah 0,58% ke posisi 46.744,16. Indeks NZX 50 Selandia Baru terpantau tidak mengalami perubahan atau tetap di level 13.582,19.

