STOCKWATCH.ID (BANGGAI KEPULAUAN) – Di tengah tantangan transportasi laut yang bergantung pada kondisi cuaca, Mantri BRI Unit Salakan, BRI Branch Office Luwuk, Eka Fitriyani Wulandari, tetap rutin melayani masyarakat di Pulau Bungin, Bakalan, dan Bulungkobit, Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah. Kunjungan dilakukan untuk memastikan kebutuhan layanan perbankan masyarakat di wilayah kepulauan tetap terpenuhi.
Prempuan berusia 34 tahun itu telah bergabung dengan BRI sejak 2014. Eka mulai menjalankan tugas sebagai mantri pada 2018 setelah sebelumnya bertugas sebagai teller dan customer service. Peran tersebut membuatnya lebih dekat dengan masyarakat dan memahami langsung kebutuhan warga di wilayah kepulauan.
Eka mengatakan pekerjaannya sebagai mantri memberi kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat.
“Saya memilih berkarier sebagai mantri karena peran ini sangat dekat dengan masyarakat. Saya bisa bertemu langsung, berbaur, dan memahami kebutuhan nasabah di lapangan,” ujarnya, dikutip Rabu (1/7/2026).
Dalam menjalankan tugasnya, Eka membuka akses pembiayaan, mengunjungi nasabah, mendampingi Agen BRILink, serta menggelar pendampingan dan pertemuan bersama masyarakat maupun kelompok usaha. Kegiatan tersebut menjadi sarana memahami kebutuhan layanan keuangan warga sekaligus memberikan edukasi usaha kepada masyarakat yang sebagian besar bekerja sebagai nelayan, petani kelapa, dan pelaku usaha sembako.
Untuk mencapai pulau-pulau tersebut, Eka harus menempuh perjalanan menggunakan kapal dan perahu dengan fasilitas terbatas. Kondisi perjalanan juga tidak selalu dapat diprediksi. Namun, hal itu menjadi bagian dari rutinitasnya agar masyarakat tetap memperoleh akses layanan keuangan.
Eka mengaku setiap perjalanan membutuhkan kesiapan mental.
“Saya harus naik kapal dan perahu dengan fasilitas seadanya, sehingga setiap perjalanan membutuhkan kesiapan mental. Meski demikian, saya tetap menjalaninya dan bersyukur karena melihat antusiasme masyarakat membuat seluruh perjalanan terasa sepadan,” ungkapnya.
Menurut Eka, tantangan tidak hanya datang dari medan perjalanan. Keterbatasan infrastruktur, seperti akses listrik, turut memengaruhi komunikasi dengan nasabah. Waktu kunjungan yang terbatas juga membuat setiap pertemuan harus dimanfaatkan secara optimal. Di sisi lain, ia tetap menjalankan perannya sebagai ibu yang terkadang harus berjauhan dengan keluarga, termasuk anaknya yang masih berusia tiga tahun.
Eka juga membagikan pesan bagi siapa pun yang menghadapi tantangan dalam pekerjaan.
“Kita harus percaya diri karena pada akhirnya diri kita sendiri yang akan membantu melewati setiap tantangan. Teruslah berkembang dengan menggali potensi yang dimiliki, dan yang terpenting bekerjalah dengan hati agar pekerjaan seberat apa pun tidak terasa sebagai beban,” tuturnya.
Secara terpisah, Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya mengapresiasi dedikasi Eka yang tetap konsisten melayani dan mendampingi masyarakat hingga ke wilayah kepulauan. Menurutnya, semangat Eka menjadi representasi dedikasi Mantri BRI dalam menghadirkan layanan keuangan hingga ke wilayah 3T, yakni terdepan, terluar, dan terpencil.

