STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Pergerakan stock futures atau kontrak berjangka saham Amerika Serikat (AS) bergerak tipis pada Rabu malam (1/7/2026) waktu setempat atau Kamis pagi (2/7/2026) WIB. Para pelaku pasar kini bersiap menyambut laporan terbaru mengenai data ketenagakerjaan AS. Pergerakan ini terjadi setelah Wall Street memulai perdagangan bulan Juli dengan nada yang kurang menyenangkan.
Mengutip CNBC, stock futures Dow Jones Industrial Average kehilangan 56 poin atau turun 0,1%. Kontrak berjangka S&P 500 juga sedikit melemah sekitar 0,1%. Di sisi lain, Nasdaq-100 futures tercatat naik tipis kurang dari 0,1%.
Sebelumnya, tiga indeks utama menutup sesi perdagangan Rabu di zona merah. Indeks Dow Jones sebenarnya sempat melonjak 423,46 poin hingga menyentuh rekor tertinggi. Namun, kenaikan tersebut menguap dan Dow Jones ditutup sedikit di bawah garis datar.
Pelemahan juga dialami oleh indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite yang masing-masing merosot 0,2% dan 0,7%. Investor mulai mengurangi posisi mereka pada saham-saham produsen chip. Aksi ambil untung ini menjadi beban bagi indeks yang didominasi sektor teknologi.
ETF Semikonduktor VanEck (SMH) mencatatkan kerugian sebesar 5,4%. Dua saham utama di sektor ini, Micron Technology dan Sandisk, merosot tajam hingga lebih dari 10% masing-masing. Penurunan tajam ini menyeret pasar secara lebih luas.
Rob Anderson, seorang ahli strategi di Ned Davis Research, memberikan pandangannya. Ia menganggap perpindahan dana keluar dari sektor semikonduktor sebagai fenomena yang sehat. Menurutnya, rotasi sektor ini menunjukkan kekuatan pasar yang lebih merata.
“Salah satu karakteristik pasar bullish adalah rotasi. Atribut ini telah terlihat jelas pada tahun 2026,” tulis Rob.
Ia menilai perpindahan minat investor ke sektor siklikal selain komoditas adalah tanda positif. Hal tersebut menunjukkan pasar saham siap menghadapi paruh kedua tahun ini dengan posisi yang kokoh.
“Hal itu akan menjadi bukti lebih lanjut pasar saham memasuki paruh kedua tahun ini dalam posisi yang kuat dan pasar bullish dapat berlanjut jauh ke paruh kedua tahun ini,” tambah Anderson.
Kini perhatian investor tertuju pada laporan pekerjaan bulan Juni. Para ekonom yang disurvei oleh Dow Jones memprediksi ekonomi AS menambah 115.000 pekerjaan bulan lalu. Data ini akan menjadi petunjuk penting bagi arah kebijakan ekonomi ke depan.

