spot_img

Sinyal Damai AS-Iran Menguat, Harga Minyak Dunia Rontok

STOCKWATCH.ID (DOHA) – Harga minyak dunia merosot sekitar 2% pada akhir perdagangan Rabu (1/7/2026) waktu setempat atau Kamis pagi (2/7/2026) WIB. Penurunan ini terjadi usai Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyebut pembicaraan dengan Iran di Qatar berjalan baik. Kabar tersebut memberikan harapan bagi stabilitas pasokan energi global.

Mengutip CNBC, harga minyak mentah Brent untuk kontrak September turun 1,79 USD atau 2,45%. Harga minyak acuan internasional ini ditutup pada level 71,57 USD per barel di London ICE Futures Exchange. Sepanjang Juni, kontrak ini jatuh sekitar 21% yang menjadi penurunan bulanan terbesar sejak Maret 2020.

Adapun harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) jatuh 1,3%. Minyak WTI berakhir pada posisi 68,58 USD per barel di New York Mercantile Exchange. Kontrak ini merosot lebih dari 20% selama bulan Juni dan mencatat kinerja bulanan terburuk sejak akhir 2021.

Trump menyampaikan optimisme terkait proses diplomasi yang sedang berlangsung kepada para wartawan. Ia menilai langkah-langkah menuju perdamaian menunjukkan perkembangan positif.

“Sejauh ini, denuklirisasi Iran berjalan dengan baik. Mereka telah melakukan pertemuan yang sangat bagus dan kita akan lihat hasilnya,” ujar Trump.

Menantu Trump, Jared Kushner, dan utusan khusus AS Steve Witkoff telah tiba di Doha pada Selasa. Mereka melakukan pembicaraan tidak langsung dengan perwakilan Iran melalui mediator. Seorang juru bicara pemerintah Qatar menyebut utusan AS tidak bertemu langsung dengan pihak Iran.

Pertemuan di Qatar bertujuan untuk menjaga kesepakatan gencatan senjata 60 hari yang sempat terancam. Akhir pekan lalu, ketegangan sempat meningkat setelah terjadi aksi saling serang di laut. Sebelumnya, kedua negara telah menyepakati nota kesepahaman (MOU) 14 poin pada 17 Juni untuk menghentikan konflik.

Konflik tersebut sempat mengganggu aliran minyak melalui Selat Hormuz. Jalur sempit ini sangat vital karena menangani sekitar 20% lalu lintas minyak dunia. Media pemerintah Iran melaporkan sebuah kapal peti kemas asing kandas di selat tersebut pada Rabu karena menggunakan rute yang tidak disetujui.

Ahli strategi dari ING, Warren Patterson dan Ewa Manthey, memberikan analisanya dalam sebuah riset. Mereka melihat pasar minyak tetap optimis terhadap pemulihan pasokan di Timur Tengah meski sempat ada ketegangan.

Warren dan Ewa mencatat adanya sedikit peningkatan lalu lintas kapal tanker masuk di Selat Hormuz. Hal ini menunjukkan para pemilik kapal mulai merasa aman untuk mengirim armada mereka kembali ke Teluk Persia.

“Memang, terjadi sedikit peningkatan lalu lintas kapal tanker yang masuk, menunjukkan pemilik kapal semakin percaya diri untuk memindahkan kapal ke Teluk Persia,” kata Warren.

Warren menambahkan jika tren ini semakin cepat, hal tersebut akan menjadi tantangan bagi pandangan bahwa harga minyak akan naik. Peningkatan lalu lintas kapal tanker biasanya menjadi sinyal pasokan di pasar global akan kembali normal.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Jelang Rilis Data Tenaga Kerja, Stock Futures AS Stagnan

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Pergerakan stock futures atau kontrak...

Dipicu Dua Sentimen Krusial Ini, Harga Emas Global Langsung Terbang Lewati USD 4.000

STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia melonjak lebih dari...

Indeks Dow Jones Raih Kinerja Semester I Terbaik, Kontrak Berjangka Justru Melemah

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Kontrak berjangka (futures) indeks Dow...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru