STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan bahwa pada Juni 2026, terjadi inflasi year-on-year (y-on-y) sebesar 3,34% dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 111,89.
Ateng Hartono, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (01/7/2026), mengemukakan, inflasi y-on-y tertinggi pada tingkat provinsi terjadi di Provinsi Papua Pegunungan sebesar 7,84% dengan IHK sebesar 122,43 sedangkan terendah terjadi di Provinsi Sulawesi Barat sebesar 2,29% dengan IHK sebesar 111,54.
Sementara itu, inflasi y-on-y tertinggi pada tingkat kabupaten/kota terjadi di Kabupaten Jayawijaya sebesar 7,84% dengan IHK sebesar 122,43 sedangkan terendah terjadi di Kabupaten Majene sebesar 1,70% dengan IHK sebesar 111,48.
Tingkat inflasi month-to-month (m-to-m) pada Juni 2026 tercatat sebesar 0,44%, sedangkan tingkat inflasi year to date (y-to-d) pada Juni 2026 tercatat sebesar 1,79%. “Tingkat inflasi y-on-y komponen inti pada Juni 2026 tercatat sebesar 2,76%, dengan tingkat inflasi m-to-m sebesar 0,23% dan tingkat inflasi y-to-d sebesar 1,61%,” katanya.

