spot_img

Fantastis! Laporan Transaksi Saham KFC Indonesia (FAST) Cantumkan Harga Rp1 Triliun per Lembar

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Seorang anggota Dewan Komisaris PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) melaporkan transaksi pembelian saham dalam jumlah yang sangat fantastis.  Laporan ini muncul di tengah tren penguatan harga saham pengelola gerai KFC Indonesia tersebut dalam sepekan terakhir.

Melansir laporan kepemilikan saham Perusahaan yang diunggah di laman BEI, Minggu (5/7/2026), identitas nama pemilik dalam SID tertulis sebagai “null”.  Pelapor menjabat sebagai anggota Dewan Komisaris dan berstatus sebagai pemegang saham pengendali perusahaan.

Transaksi pembelian dilakukan pada Minggu 5 Juli 2026. Jumlah saham yang dibeli mencapai 100 unit. Menariknya, harga pelaksanaan transaksi ini tertulis sebesar Rp1 triliun per unit saham. Berdasarkan data tersebut, nilai transaksi pembelian 100 unit saham ini mencapai total Rp100 triliun. Status kepemilikan saham bersifat langsung dengan klasifikasi saham biasa.

Karena identitas pelapor dalam kolom nama SID tersebut tertulis “null”, mari intip jajaran Dewan Komisaris FAST. Berdasarkan data profil perusahaan, saat ini terdapat enam orang yang menjabat sebagai komisaris.

Daftar Dewan Komisaris FAST tersebut adalah Anthony Salim, Noni Rosalia Gelael Barki, Elisabeth Gelael, Benny Setiawan Santoso, Omar Luthfi Anwar, dan Gunawan Solaiman. Namun, dalam data pemegang saham, keenam nama tersebut tercatat tidak memiliki porsi saham secara langsung alias memiliki 0% saham perusahaan.

Berdasarkan laporan komposisi pemegang saham FAST hingga akhir Mei 2026 yang diunggah di website Bursa, Elisabeth Gelael tercatat sebagai pemilik manfaat akhir atau Ultimate Beneficial Owner (UBO) tingkat individu. Ia mengendalikan perseroan melalui PT Gelael Pratama dengan status kepemilikan tidak langsung.

Adapun PT Gelael Pratama adalah pemegang saham terbesar sekaligus menjadi pengendali FAST. Perusahaan ini menguasai 1.862.777.717 lembar saham FAST atau setara 41,18%. Selain Gelael, PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET) juga menggenggam kepemilikan signifikan sebesar 1.696.782.159 lembar saham atau 37,51%. Saat ini, jumlah saham free float FAST mencapai 948.086.694 lembar atau 20,96%. Perseroan juga memenuhi kriteria jumlah pemegang saham minimal 300 nasabah SID dengan total 10.303 pemegang saham.

Menariknya, laporan tersebut juga mencantumkan jumlah saham sebelum transaksi ini sebanyak 100 unit saham dengan hak suara 100%. Demikian pula setelah transaksi pembelian ini selesai, jumlah saham yang dimiliki dilaporkan tetap sebesar 100 unit dengan hak suara 100%.

Jika membandingkan dengan harga pasar, nilai transaksi ini berada jauh di atas harga pasar atau “harga atas”.  Pada penutupan perdagangan Jumat (3/7/2026), saham FAST berakhir di level Rp258 per saham. Harga tersebut naik 10 poin atau menguat 4,03%.

Dalam sepekan terakhir, performa saham FAST terpantau menguat 20,56%. Kenaikan ini sejalan dengan kinerja saham selama satu bulan terakhir yang juga mencatatkan pertumbuhan 20,56%.

Meski sedang menguat, kinerja saham FAST sepanjang tahun berjalan (YTD) masih memprihatinkan. Sejak awal tahun, harga saham emiten ini telah merosot 55,90%.

Penyusutan harga juga terlihat dalam jangka panjang. Dalam setahun terakhir, saham FAST turun 14,57%. Sementara dalam periode tiga tahun dan lima tahun terakhir, saham ini masing-masing jatuh sedalam 69,10% dan 74,83%.

Dalam laporan tersebut, anggota Dewan Komisaris ini menegaskan komitmennya terhadap perusahaan.  Pihak pelapor menyatakan berniat untuk tetap mempertahankan pengendalian atas emiten bersandi saham FAST tersebut.

Dalam formulir yang disampaikan kepada OJK dan BEI, pelapor juga menyatakan bertanggung jawab penuh terhadap seluruh akibat hukum yang timbul dan menjamin kebenaran atas seluruh data, informasi, keterangan dan/atau dokumen yang dilaporkan.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Samuel Sekuritas Jual Saham RLCO Rp13,97 Miliar, Ini Tujuannya

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Samuel Sekuritas Indonesia (SSI) melakukan...

Agro Jaya Mandiri Rogoh Rp49,96 Miliar, Kini Genggam 5,02% Saham DGWG

STOCKWTCH.ID (JAKARTA) – Agro Jaya Mandiri meningkatkan porsi kepemilikan...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru