STOCKWATCH.ID (SHANGHAI) – Bursa saham di kawasan Asia-Pasifik kompak menguat pada penutupan perdagangan Selasa (14/7/2026). Investor merespons positif rilis data ekspor China yang melesat tajam. Sentimen ini memberikan tenaga tambahan bagi indeks saham utama di kawasan tersebut.
Mengutip CNBC, bursa saham China daratan memimpin penguatan. Indeks di China ditutup naik 2,15% ke level 4.796,50. Kenaikan ini terjadi setelah ekspor negara tersebut pada Juni melonjak pada laju tercepat sejak tahun 2021.
Lonjakan ekspor China dipicu oleh demam kecerdasan buatan (AI). Selain itu, terdapat percepatan pengiriman barang untuk menghindari kenaikan tarif perdagangan. Kondisi tersebut berhasil mendongkrak aktivitas perdagangan secara signifikan.
Indeks Hang Seng di Hong Kong juga berakhir di zona hijau dengan kenaikan 0,52% ke posisi 24.340,73. Sektor material dasar dan energi menjadi penggerak utama pada jam terakhir perdagangan.
Perusahaan milik negara, Aluminum Corporation of China, menjadi jawara dengan kenaikan harga saham lebih dari 9%. Perusahaan ini memproyeksikan kenaikan laba bersih semester pertama sebesar 58% sampai 73% secara tahunan.
Bursa Jepang turut mencatatkan performa gemilang. Indeks Nikkei 225 membalikkan keadaan dan ditutup naik 0,74% ke level 67.743,50. Penguatan ini didorong oleh saham-saham sektor energi di tengah tingginya harga minyak dunia.
Saham perusahaan eksplorasi minyak dan gas terbesar Jepang, Inpex, tercatat melesat 3,9%. Perusahaan minyak Idemitsu Kosan ikut bertambah hampir 2%. Sementara itu, Cosmo Energy mengakhiri hari dengan kenaikan 1,5%.
Kondisi serupa terjadi di bursa Korea Selatan. Indeks Kospi naik 0,73% ke posisi 6.856,83 setelah sempat melemah pada awal sesi.
Saham kelas berat SK Hynix juga berbalik arah. Saham ini ditutup naik 3,7%. Padahal, saham tersebut sempat anjlok lebih dari 8% pada perdagangan di hari yang sama.
Di sisi lain, indeks S&P/ASX 200 Australia bergerak mendatar (flat) di level 8.808,50. Indeks Nifty 50 di India justru melemah 0,66% ke posisi 24.052,05.
Bursa saham Asia Tenggara memberikan hasil yang beragam. Indeks KLCI Malaysia naik cukup tinggi sebesar 1,27% ke level 1.719,94.

