spot_img

Inflasi AS Melandai, Harga Emas Dunia Melonjak Lebih dari 1%

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Harga emas dunia melonjak lebih dari 1% pada akhir perdagangan Selasa (14/7/2026) waktu setempat atau Rabu pagi (15/7/2026) WIB. Kenaikan ini dipicu oleh rilis data inflasi Amerika Serikat (AS) yang lebih rendah dari perkiraan pasar.

Mengutip CNBC, harga emas spot naik 1.2% menjadi USD 4,046.64 per ons.  Sebelumnya, harga logam mulia ini sempat menyentuh level terendah dalam dua minggu terakhir sejak 1 Juli.

Adapun harga emas berjangka AS melonjak 1.6%. Harga emas berjangka ditutup pada posisi USD 4,069.70 per ons.

Data ekonomi terbaru menunjukkan inflasi konsumen AS melambat lebih dalam pada Juni. Indeks Harga Konsumen (CPI) tercatat sebesar 3.5% dalam 12 bulan terakhir hingga Juni. Angka ini turun drastis dibandingkan kenaikan 4.2% pada bulan Mei.

Sementara itu, inflasi inti bulanan tidak mengalami perubahan atau tetap 0% pada Juni. Padahal, pada bulan sebelumnya inflasi inti masih tumbuh sebesar 0.2%. Kondisi ini membuat investor percaya tekanan harga mulai berkurang.

Data inflasi yang melandai ini langsung menekan nilai tukar dolar AS sebesar 0.3%. Pelemahan mata uang dolar membuat emas menjadi lebih murah bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain.  Alhasil, minat beli terhadap emas kembali meningkat tajam.

Tai Wong, seorang pedagang logam independen, memberikan analisanya terkait pergerakan harga ini.  Ia menyebut laporan CPI yang melandai sangat mengejutkan pasar.

“Emas melonjak lebih tinggi karena laporan CPI yang secara mengejutkan melandai. Ini akan menurunkan ekspektasi kenaikan suku bunga secara tajam, setidaknya untuk pertemuan Juli dan September,” ujar Wong.

Sebelum data ini rilis, pasar sempat khawatir terhadap potensi kenaikan suku bunga Bank Sentral AS atau Federal Reserve (Fed). Ketegangan antara AS dan Iran yang memicu kenaikan harga minyak juga sempat memperkuat ekspektasi kenaikan bunga tersebut.

Namun, laporan inflasi yang lemah mengubah arah kebijakan pasar.  Para pedagang kini mulai menarik taruhan mereka terkait rencana kenaikan suku bunga Fed.

Pelaku pasar kini memprediksi Fed tidak akan menaikkan suku bunga pada pertemuan 28-29 Juli mendatang.  Prospek suku bunga yang lebih rendah biasanya menguntungkan emas karena mengurangi biaya peluang memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil.

Sektor logam lainnya juga ikut bergerak positif mengikuti emas. Harga perak spot tercatat naik 0.34% menjadi USD 0.199. Sementara itu, harga platinum juga menguat tipis 0.13% ke posisi USD 2.08.

Investor kini terus memantau perkembangan data ekonomi AS selanjutnya.  Stabilitas harga emas ke depan akan sangat bergantung pada langkah Fed dalam merespons angka inflasi teranyar ini.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Inflasi AS Melandai, Stock Futures Bergerak Datar Jelang Rilis Laporan Keuangan Emiten

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Stock futures Amerika Serikat bergerak...

Harga Minyak Dunia Memanas, WTI dan Brent Kompak Menguat Usai Serangan Udara AS

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Harga minyak mentah dunia ditutup menguat...

Futures Wall Street Tertekan, Pasar Waspadai Efek Konflik AS-Iran dan Data Inflasi

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Kontrak berjangka (stock futures) Wall...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru