STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bank Pan Indonesia Tbk (PNBN) mulai mencatatkan dua jenis obligasi di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pencatatan dilakukan mulai Senin (29/6/2026). Total nilai dana yang dihimpun emiten mencapai Rp550 miliar.
Dana tersebut berasal dari dua jenis surat utang yang berbeda. Pertama, Obligasi Berkelanjutan V Bank Panin Tahap I Tahun 2026 senilai Rp500 miliar. Kedua, Obligasi Subordinasi Berkelanjutan V Bank Panin Tahap I Tahun 2026 senilai Rp50 miliar.
Untuk Obligasi Berkelanjutan V senilai Rp500 miliar, investor mendapatkan bunga 7,25% per tahun. Jangka waktu investasi ini selama lima tahun. Surat utang dengan kode PNBN05CN1 tersebut akan jatuh tempo pada 26 Juni 2031.
“Mulai tanggal 29 Juni 2026 akan dicatatkan efek sebagai berikut,” tulis pengumuman bursa yang dikutip Senin (29/6/2026). Lembaga pemeringkat PEFINDO memberikan rating idAA (Double A) untuk obligasi ini.
Sementara itu, Obligasi Subordinasi menawarkan bunga lebih tinggi sebesar 7,50% per tahun. Nilai emisinya mencapai Rp50 miliar. Tenor atau jangka waktu obligasi dengan kode PNBN05SBCN1 ini selama tujuh tahun.
Obligasi Subordinasi tersebut akan jatuh tempo pada 26 Juni 2033. PEFINDO memberikan peringkat idA+ (Single A Plus) untuk jenis surat utang ini.
Kadiv Penilaian Perusahaan 1 BEI, Vera Florida menjelaskan pencatatan ini berdasarkan surat pengumuman No. Peng-P-00828/BEI.PP1/06-2026. Vera menandatangani dokumen tersebut bersama Kadiv Pengaturan & Operasional Perdagangan BEI, Pande Made Kusuma Ari A.
Dalam proses ini, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk bertindak sebagai wali amanat. Seluruh administrasi telah mengikuti ketentuan bursa yang berlaku. Pande menyebutkan kedua obligasi tersebut telah diterbitkan pada 26 Juni 2026.

