STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Saleh, Direktur PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL) menambah porsi kepemilikan dengan memborong sebanyak 300.000 lembar (0,009%) saham emiten jasa konstruksi tersebut pada tanggal 13 April 2026.
Seperti dikutip dalam keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu 15 April 2026, Saleh membeli saham TOTL seharga Rp1.055 per lembar senilai Rp316,5 juta. Adapun tujuan transaksi adalah investasi pribadi seiring keyakinan atas prospek usaha Perseroan yang baik di masa mendatang.
Setelah pembelian saham tersebut, porsi kepemilikan Saleh terhadap TOTL meningkat menjadi 7.288.800 unit atau 0,214%. Sebelum transaksi, Saleh mengempit sebanyak 6.988.800 unit atau setara dengan 0,205% saham.
Pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu 15 April 2026, saham TOTL tercatat di Rp1.115 per unit, naik 2,29% dibanding sehari sebelumnya di Rp1.090 per unit. Selama perdagangan sepekan, harga saham TOTL telah meningkat sebesar 2,83%, dari posisi Rp1.060 per saham menjadi Rp1.090 per saham.
TOTL memiliki kinerja keuangan solid sepanjang tahun 2025. Perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp414,39 miliar pada 2025, melonjak 56,09% jika dibandingkan Rp265,42 miliar pada 2024. Pendapatan bersih Perseroan meningkat 26,35% menjadi Rp3,90 triliun pada 2025, dari Rp3,08 triliun di 2024.
PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL) didirikan pada tanggal 4 September 1970 dengan nama PT Tjahja Rima Kentjana. Perusahaan ini berganti nambersih a pada tahun 1981 dan bergerak di bidang industri material dan konstruksi.
Proyek yang digarap TOTL mulai dari fasilitas pendidikan, perumahan bertingkat, rumah sakit, industri, gedung perkantoran, gedung keagamaan, hingga pusat perbelanjaan. Proyek ini antara lain adalah Total Building, Gedung Kedutaan Besar Australia, Sequis Tower Jakarta, dan Gedung Perkantoran Thamrin Nine. (konrad)
