Bursa Asia Tertekan, Hanya Korea dan India yang Menguat

STOCKWATCH.ID (TOKYO) – Bursa saham Asia-Pasifik ditutup bervariasi pada akhir perdagangan Rabu (3/9/2025) waktu setempat. Kekhawatiran soal tarif dan lonjakan imbal hasil obligasi global membuat investor cenderung berhati-hati.

Mengutip CNBC International, di Jepang, indeks Nikkei 225 turun 0,88% ke 41.938,89. Indeks Topix ikut merosot 1,07% ke 3.048,89. Tekanan makin terasa karena imbal hasil obligasi pemerintah Jepang (JGB) melonjak. Yield 10 tahun naik 3,3 basis poin ke 1,636%. Yield 30 tahun melesat 8,7 basis poin ke 3,298% setelah sempat menyentuh rekor. Yield 20 tahun bahkan menembus 2,686%, tertinggi dalam 26 tahun terakhir.

Pasar Hong Kong juga melemah. Indeks Hang Seng turun 0,6% ke 25.343,43. Di daratan China, CSI 300 jatuh 0,68% ke 4.459,83 dan Shanghai Composite merosot 1,16% ke 3.813,55.

Fokus investor tertuju ke Beijing setelah Presiden Xi Jinping berpidato dalam parade militer memperingati 80 tahun berakhirnya Perang Dunia II. Acara tersebut dihadiri 26 pemimpin dunia, termasuk Presiden Rusia Vladimir Putin dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un.

Meski bursa China melemah, data ekonomi menunjukkan kabar positif. Indeks manajer pembelian (PMI) jasa versi S&P Global naik ke 53,0 pada Agustus dari 52,6 di Juli. “Angka ini menjadi level tertinggi dalam 15 bulan, ditopang permintaan domestik yang kuat dan rebound pesanan luar negeri,” tulis laporan S&P Global.

Australia juga tak luput dari tekanan. Indeks S&P/ASX 200 jatuh 1,82% ke 8.738,80. Ini menjadi penurunan harian terbesar sejak 7 April. Sektor teknologi, properti, dan real estat menjadi pemberat utama.

Namun, ekonomi Australia menunjukkan ketahanan. Produk domestik bruto kuartal II naik 1,8% secara tahunan. Capaian ini melampaui perkiraan analis 1,6% dan lebih tinggi dari 1,3% pada kuartal sebelumnya.

Sementara itu, Korea Selatan justru mencatat penguatan. Indeks Kospi naik 0,38% ke 3.184,42. Indeks Kosdaq ikut bertambah 0,35% ke 796,81.

India juga bergerak positif. Indeks Nifty 50 menguat 0,55% ke 24.715,05. Indeks BSE Sensex naik 0,12% pada pukul 13.50 waktu setempat.

- Advertisement -

Artikel Terkait

MSCI Rebalancing Small Cap Global: AMRT Masuk, 13 Saham Indonesia Keluar! Ini Daftarnya

STOCKWATCH.ID (GENEVA) – MSCI Inc. kembali mengocok ulang konstituen...

Trump Sebut Tawaran Iran “Sampah”, Harga Minyak Dunia Kembali Melonjak

STOCKWATCH.ID (HOUSTON) – Harga minyak dunia melonjak tajam pada...

Menanti Data Inflasi PPI, Stock Future Wall Street Bergerak Mendatar

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Kontrak berjangka saham (stock future)...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru