spot_img

Bursa Sham Global Menguat, Indeks Stoxx 600 dan Dow Jones Cetak Rekor Baru

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham global ditutup menguat pada perdagangan Jumat (3/7/2026) waktu setempat. Penguatan dipimpin pasar saham Eropa setelah indeks acuan kawasan tersebut mencapai level tertinggi dalam 52 pekan.  Sementara itu, bursa Amerika Serikat (AS) tutup karena libur Hari Kemerdekaan.

Mengutip CNBC, Senin (6/7/2026), indeks pan-Eropa STOXX Europe 600 naik 0,68% menjadi 652,77.  Kenaikan ini menjadi penguatan mingguan keempat secara beruntun sekaligus membawa indeks ke level tertinggi dalam 52 pekan.

Saham sektor utilitas memimpin penguatan di kawasan Eropa dengan kenaikan 1,78%. Investor tetap memburu saham-saham defensif di tengah dinamika pasar global.

Di Jerman, indeks DAX melonjak 0,78% ke level 25.779,31. Indeks IBEX 35 Spanyol naik 0,92% menjadi 19.852,40. Selanjutnya, indeks FTSE MIB Italia menguat 0,75% ke posisi 52.818,85. Indeks CAC 40 Prancis bertambah 0,39% menjadi 8.508,07, sedangkan FTSE 100 Inggris naik 0,25% ke level 10.679,03.

Pergerakan positif juga terjadi di Asia. Indeks Nikkei 225 Jepang memimpin kenaikan dengan lonjakan mencapai 1,47%. Sementara itu,Topix naik 1,17%. Di Korea Selatan, indeks Kospi melesat 5,76%. Sebaliknya, Kosdaq terkoreksi 1,68%. Di sisi lain, indeks S&P/ASX 200 Australia naik 1,37%. Indeks Hang Seng Hong Kong menguat 1,28%, CSI 300 China mendaki 1,15%, dan Taiex Taiwan bertambah 0,2%.

Sebelumnya, Wall Street menutup perdagangan Kamis (2/7/2026) waktu setempat dengan pergerakan beragam menjelang libur nasional AS.

Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) melonjak 594,83 poin atau 1,14% ke rekor penutupan tertinggi sepanjang masa di level 52.900,07. Indeks ini juga sempat mencetak rekor intraday di posisi 52.903,85.  S&P 500 naik tipis dan berakhir di level 7.483,24. Sebaliknya, Nasdaq turun 0,8% menjadi 25.832,67.

Menurut CNBC, penguatan Dow Jones didorong laporan ketenagakerjaan AS periode Juni yang lebih lemah dari perkiraan sehingga meningkatkan harapan pasar terhadap peluang penurunan suku bunga oleh bank sentral AS atau Federal Reserve.

Di sisi lain, saham-saham semikonduktor kembali tertekan untuk hari kedua berturut-turut.  ETF VanEck Semiconductor (SMH) turun 4,5%. Penurunan dipimpin saham Teradyne yang anjlok 13,6% dan KLA yang merosot 11,5%. Saham Nvidia ikut melemah 1,4%, sedangkan Micron Technology turun 5,5%.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Bursa Saham Asia Rebound Ditopang Saham Cip & Sinyal Suku Bunga Fed

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Pasar saham Asia menguat pada perdagangan...

Wall Street Bervariasi: Indeks Dow Jones Cetak Rekor Usai Rilis Data Tenaga Kerja AS

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau...

Bursa Saham Eropa Parkir di Zona Hijau, Indeks DAX Jerman Melonjak 2,16%

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup menguat pada...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru