spot_img

Harga Emas Dunia Menguat, Bersiap Catat Kenaikan Mingguan Pertama Sejak Mei, Ini Pemicunya

STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia menguat pada perdagangan Jumat (3/7/2026) waktu setempat atau Sabtu pagi (4/7/2026). Kenaikan ini menempatkan logam mulia tersebut di jalur kenaikan mingguan pertama dalam lebih dari satu bulan setelah tertekan sepanjang tahun ini.

Mengutip CNBC, harga emas spot naik 1,4% menjadi sekitar USD 4.182,28 per ons troi pada Jumat pagi. Emas juga berpeluang mencatat kenaikan mingguan sekitar 2,3%, yang akan menjadi penguatan pertama sejak akhir Mei. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman bulan terdekat naik 1,5% dalam perdagangan intraday.

Sepanjang tahun ini, harga emas tertekan akibat kekhawatiran inflasi, penguatan dolar AS, dan sikap agresif bank-bank sentral setelah pecahnya perang antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Pada kuartal II 2026, emas mencatat kinerja kuartalan terburuk dalam 13 tahun. Saat ini, harga emas masih sekitar 22% di bawah rekor tertinggi sepanjang masa yang sempat menembus USD 5.300 per ons troi pada Januari 2026.

Pemulihan harga emas pekan ini terjadi setelah data ketenagakerjaan AS menunjukkan perlambatan pasar tenaga kerja.

Data nonfarm payrolls yang dirilis Kamis (2/7/2026) menunjukkan ekonomi AS hanya menambah 57.000 lapangan kerja pada Juni. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan 129.000 lapangan kerja pada Mei yang telah direvisi turun, serta di bawah perkiraan 115.000 lapangan kerja berdasarkan konsensus Dow Jones.

Data tersebut mendorong pelaku pasar mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga oleh bank sentral AS atau Federal Reserve pada September.

Berdasarkan perangkat CME FedWatch, peluang The Fed menaikkan suku bunga setidaknya 0,25% pada September kini sebesar 53,5%, setelah sebelumnya diperkirakan sekitar 65% sebelum data ketenagakerjaan dirilis.

Tidak hanya emas, logam mulia lainnya juga menguat. Harga perak spot melonjak 2,9% menjadi USD 62,77 per ons troi dan berpeluang mencatat kenaikan mingguan sekitar 6,7%. Kontrak berjangka perak pengiriman Agustus naik 3,5%.

Sementara itu, harga platinum spot menguat 2,8% menjadi USD 1.660,10 per ons troi. Harga paladium juga naik sekitar 1% menjadi USD 1.280,09 per ons troi.

Analis OCBC menilai prospek emas mulai membaik meski masih perlu diwaspadai sejumlah risiko.

“Data ketenagakerjaan yang lebih lemah dari perkiraan membantu mengurangi risiko sikap agresif The Fed. Dalam jangka pendek, kami mengubah pandangan dari hati-hati menjadi cukup konstruktif. Emas berpeluang melanjutkan pemulihan jika data ekonomi AS berikutnya terus menekan imbal hasil riil dan dolar AS,” tulis analis OCBC.

Meski demikian, OCBC mengingatkan pemulihan harga emas masih memerlukan dukungan tambahan.

“Pemulihan emas yang lebih berkelanjutan membutuhkan penurunan imbal hasil riil yang lebih jelas, permintaan ETF dan investor yang stabil, serta The Fed mengurangi nada agresifnya. Secara teknikal, risikonya masih condong ke arah kenaikan,” tulis OCBC.

Pada 2025, emas dan perak sempat mencatat reli besar. Harga emas melonjak 66%, sedangkan perak melesat 135% sepanjang tahun.

Namun, sejak memasuki 2026 perdagangan menjadi lebih bergejolak. Hingga saat ini, harga emas turun sekitar 3% sepanjang tahun, sedangkan perak telah melemah 12%. Selain itu, status emas sebagai aset aman juga mulai dipertanyakan setelah pecahnya perang AS-Iran pada Februari lalu.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Stock Futures Bergerak Beragam, Nasdaq Melonjak 1,3% usai Wall Street Menghijau

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Stock futures Amerika Serikat (AS)...

Jalur Hormuz Pulih, OPEC+ Sepakat Tambah Produksi Minyak Mulai Agustus

STOCKWATCH.ID (HOUSTON) – Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya...

Harga Emas Spot Melejit 2,2%, Pemicunya Data Tenaga Kerja AS dan Kebijakan Suku Bunga The Fed

STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia kembali mencetak penguatan...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru