STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Panca Mitra Multiperdana Tbk (PMMP) menderita kerugian signifikan sebesar US$15,10 juta pada kuartal I 2026. Pada periode yang sama tahun 2025, Perseroan mencatat laba US$1,669 juta.
Kerugian PMMP, menurut laporan keuangan per 31 Maret 2026 yang diumumkan Rabu, 20 Mei 2026, disebabkan antara lain oleh anjloknya penjualan bersih Perseroan sebesar 85,68% jadi US$7,099 juta pada kuartal I 2026, dari US$49,61 juta pada periode sama tahun 2025.
Penurunan penjualan terbesar PMMP pada kuartal I 2026 dari produk udang Vannamei yang anjlok tajam 88,84% menjadi hanya US$5,036 juta, dari US$45,14 juta pada kuartal I 2025. Perseroan juga tidak membukukan penjualan udang Black Tiger pada kuartal I 2026, dari periode sebelumnya sebesar US$1,37 juta.
Seiring penjualan, beban pokok penjualan PMMP juga berkurang 82%, dari US$41,13 juta menjadi US$7,40 juta pada kuartal I 2026. Akan tetapi, Perseroan menderita rugi kotor US$301 ribu, dari sebelumnya laba kotor US$8,47 juta.
Pada saat yang sama, beban usaha Perseroan juga turun 73,29% menjadi US$806 ribu pada kuartal I 2026, dari US$3,018 juta pada kuartal I 2025. Namun, PMMP mengalami rugi operasi US$1,10 juta pada kuartal I 2026. Di periode yang sama tahun 2025, Perseroan mencatat laba operasi sebesar US$5,46 juta.
Total aset PMMP per Maret 2026 sebesar US$208,31 juta, turun 5,62% dari US$220,73 juta per Desember 2026. Adapun jumlah liabilitas PMMP per Maret 2026 sebesar US$259,81 juta. Perseroan masih mengalami defisiensi modal atau ekuitas negatif sebesar US$51,504 juta per Maret 2026. (konrad)

