spot_img

Jatuh Tempo 15 Juli 2026, Bank BJB (BJBR) Bayar Pokok Obligasi Subordinasi Seri A Rp Rp379 Miliar

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)-Manajemen PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR)  atau BJB menyampaikan, Perseroan telah menyiapkan dana untuk pelunasan Pokok Obligasi Subordinasi Berkelanjutan III  BJB Tahap I Tahun 2021 seri A pada saat jatuh tempo.

Approver Bank BJB, Irwan Riswandi dalam pengumuman, Selasa 14 Juli 2026 mengatakan, pelunasan pokok obligasi subordinasi III tahap I tahun 2021 seri A sebesar Rp379 miliar dilakukan pada 15 Juli 2026. Obligasi subordinasi BJB III tahap I 2021 seri A memiliki tingkat bunga tetap 7,85% per tahun.

Seperti diketahui, Obligasi Subordinasi Berkelanjutan III BJB Tahap I Tahun 2021 senilai Rp1 triliun diterbitkan pada Juli 2021. Obligasi subordinasi ini terdiri atas Seri A dengan jumlah pokok Rp379 miliar memiliki bunga tetap  7,85% per tahun dan jangka waktu lima tahun dan seri B senilai Rp621 miliar dengan tenor tujuh tahun dan bunga tetap 8,60% per tahun.

Bunga Obligasi Subordinasi dibayarkan setiap triwulan (3 bulan) sejak Tanggal Emisi, dimana Bunga Obligasi Subordinasi pertama akan dibayarkan pada tanggal 15 Oktober 2021. Sedangkan Bunga Obligasi Subordinasi terakhir sekaligus jatuh tempo Obligasi Subordinasi akan dibayarkan pada tanggal 15 Juli 2026 untuk Obligasi Seri A dan tanggal 15 Juli 2028 untuk Obligasi Seri B.

PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) atau bank bjb didirikan oleh pemerintah Belanda pada masa kolonial dengan nama De Eerste Nederlandsche-Indische Spaarkas en Hyphoteekbank (DENIS) pada tahun 1915. Pada tahun 1961, pemerintah Indonesia melakukan naturalisasi bank tersebut dan mengubah namanya menjadi Bank Karja Pembangunan Daerah Djawa Barat.

Bank ini mengalami beberapa kali perubahan nama, namun menjadi bank bjb pada tahun 2010. Selain menyediakan produk dan layanan perbankan umum, bank bjb juga memiliki empat anak perusahaan, yaitu bank bjb syariah, bjb Sekuritas, BPR Karya Utama Jabar, dan BPR Intan Jabar.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Direktur Bisnis Bank Raya (AGRO) Kicky Andrie Devetra Mundur, Dapat Penugasan Baru di BRI Group

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)- Direktur Bisnis PT Bank Raya Indonesia Tbk...

BEI Terapkan Metodologi Price-Impact Ratio, Daftar Saham HSC Bertambah 37 jadi 51 Emiten

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Self-Regulatory...

Direktur CYBR Borong 3,46 Juta Saham, Kepemilikan Patrick Rudolf Dannacher Naik

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)- Patrick Rudolf Dannacher, salah seorang Direktur PT...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru