spot_img

Kinerja Solid, Pendapatan dan Laba BULL Kompak Tumbuh di Kuartal I 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) melaporkan pencapaian kinerja keuangan kuartal I 2026.  BULL mencatatkan laba bersih sebesar US$14,2 juta pada kuartal I  2026, tumbuh 141% dibanding US$5,9 juta  kuartal I 2025. Pertumbuhan laba ini ditopang pendapatan BULL yang naik 11,76% jadi US$43,9 juta di kuartal I 2026,  dari US$39,3 juta pada periode sama 2025.

Direksi BULL dalam keterangan tertulis, Rabu 03 Juni 2026 menjelaskan, pendapatan Perseroan yang  kuat  terutama karena ditopang oleh  pendapatan jasa Time Charter Equivalent (“TCE”) per hari yang lebih tinggi untuk kapal-kapal. Kondisi tersebut dikarenakan perubahan dan perpanjangan pola perdagangan global.

Selain itu, juga didukung oleh beban pembiayaan yang lebih rendah.  Pendapatan Time Charter Equivalent (“TCE”) rata-rata untuk semua segmen tanker utama BULL membaik karena meningkatnya permintaan akibat negara-negara konsumen minyak harus mendapatkan energi dari negara-negara produsen yang lebih jauh.

Hal ini, jelas Direksi,  menyebabkan, pendapatan TCE untuk tanker Aframax dan tanker Medium Range (MR)  meningkat masing-masing 40,6% dan 43,7%. Konflik AS-Iran belum berdampak pada tarif sewa kapal-kapal Perusahaan hingga akhir kuartal kedua 2026. Ini karena jarak jauh pelayaran kapal-kapal , yang biasanya memiliki efek penundaan 2-3 bulan pada peningkatan tarif sewa angkutan.

Menurut Direksi, peningkatan pendapatan TCE per hari pada kuartal I 2026 hanya didorong meningkatnya permintaan kapal tanker minyak yang dikombinasikan dengan pasokan kapal tanker minyak yang ketat. Oleh karena itu, manajemen memperkirakan kinerja 2Q2026 akan jauh lebih baik dari pada kuartal  I 2026.

Manajemen BULL mengatakan,  jika perang AS-Iran berlanjut, maka tarif sewa kapal tanker minyak diperkirakan akan tetap tinggi. Namun,  sebaliknya, jika perang mereda, manajemen memperkirakan tarif bisa menguat.

Kondisi tersebut, menurut Direksi, didukung oleh sejumlah faktor, seperti  volume produksi minyak dan LNG yang substansial akan dipulihkan, serta sejumlah besar minyak dan LNG yang disimpan di Teluk Persia perlu segera diangkut.

Selain itu, minyak yang diambil dari cadangan global harus dipulihkan. Bahkan untuk meningkatkan ketahanan, negara konsumen akan berupaya meningkatkan cadangan mereka dan mendiversifikasi sumber minyak dan LNG mereka.

Di sisi lain, menurut Direksi BULL, pencabutan sanksi terhadap minyak Iran akan berarti potensi peningkatan permintaan atas kapal tanker minyak yang memenuhi syarat sebanyak lebih dari 2,5 juta barel minyak per hari. (konrad)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Bidik Pendapatan Rp1,225 Triliun pada 2026, BALI Siapkan Capex Rp239 Miliar untuk Ekspansi

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Pendapatan konsolidasi PT Bali Towerindo Sentra Tbk...

Kuartal I 2026, MINE Cetak Pendapatan Rp676,19 Miliar, Tumbuh 18,1%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Sinar Terang Mandiri Tbk (MINE), perusahaan...

BTN Percepat Transformasi Ecosystem Banking, CASA Tumbuh Jadi Rp216 Triliun

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru