Sabtu, Juli 20, 2024
30.9 C
Jakarta

Laris Manis, Saham PDPP Oversubscribed hingga Terkena ARA

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Saham PT Primadaya Plastisindo Tbk (PDPP) resmi dicatatkan dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI), mulai hari ini, Rabu (9/11). perusahaan yang bergerak di bidang produksi jenis kemasan plastik dan tisu steril, tersebut, menjadi emiten ke- 52 tahun 2022 atau perusahaan tercatat ke-818 di BEI

Harga saham PDPP pada saat pembukaan perdagangan di BEI pukul 09.00WIB langsung naik signifikan sebesar Rp70 (35%) menjadi Rp270. Adapun harga penawaran umum perdana saham atau (Initial Public Offering (IPO) sebesar Rp200 per unit. Volume perdagangan saham di pasar reguler hingga waktu tersebut mencapai 2,14 juta unit senilai Rp577,91 juta. Sedangkan frekuensi perdagangan saham bernominal Rp100 per unit itu sebanyak 2.564 kali.

Saham PDPP langsung terkena penolakan otomatis (auto rejection atas) (ARA) oleh Jakarta Automated Trading System (JATS). Ini lantaran kenaikan harga saham melebihi ketentuan persentase tertinggi harian khusus saham IPO sebesar 35%.

Menurut Kennie Angesty, Direktur Utama Primadaya Plastisindo, antusiasme publik terhadap IPO saham Perseroan memang terbilang tinggi. Terbukti, ketika PDPP menggelar masa penawaran umum pada 3-7 November 2022, Perseroan mencatatkan kelebihan permintaan atau oversubscribed hingga 121,78 kali. Sebelumnya, dalam penawaran awal Perseroan juga berhasil meraih komitmen dari investor strategis yakni Pendiri Agung Sedayu Group, Sugianto Kusuma.

Untuk diketahui, dalam IPO ini, Primadaya Plastisindo melepas sebanyak 500.000.000 saham. Itu setara dengan 20% modal ditempatkan dan disetor perusahaan setelah IPO. Dengan demikian,  dari IPO saham ini Perseroan berhasil mengantongi dana sebesar Rp100 miliar. Sekitar 67% dana yang diperoleh dari hasil penjualan saham ini, setelah dikurangi biaya-biaya emisi akan digunakan untuk ekspansi pembelian mesin – mesin, meningkatkan kapasitas produksi Perseroan dan juga untuk menambah varian produk yang akan dipasarkan Perseroan. Sedangkan sisanya, sekitar 33% akan dipakai untuk modal kerja. Itu  antara lain pembelian raw material HDPE, PET, Polypropylene, dan operasional perusahaan.

“Melalui IPO ini kami ingin selalu memberi dampak positif dalam mendukung berjalannya ekonomi Bangsa yakni UMKM. Seiring dengan hal itu,kami berharap ke depan dapat menjadi Leading Company industri kemasan plastik di dalam negeri,” kata Kennie dalam acara listing PDPP di Jakarta, Rabu (9/11/2022).

Dalam aksi korporasi ini, PDPP menunjuk PT Semesta Indovest Sekuritas sebagai Penjamin Pelaksana Emisi Efek. Kennie menyebut, IPO ini menjadi momen penting bagi Perseroan yang telah bertransformasi dari bisnis keluarga menjadi perusahaan publik. Kini, Perseroan memiliki jejaring bisnis yang terbuka lebar, sehingga perusahaan dapat mengoptimalkan peluang pasar yang bertumbuh cepat khususnya untuk melengkapi kebutuhan pelaku usaha dan masyarakat akan produk kemasan yang berkualitas baik dan ramah lingkungan.

Kennie mengatakan, Perseroan juga berkomitmen untuk terus menjaga kepercayaan para investor dan masyarakat. Hal tearsebut diwujudkan melalui usaha keras agar terus bertumbuh pasca IPO dengan mencari berbagai peluang baru dengan mempertahankan prinsip efisiensi dan operational excellence.

“Sejumlah agenda akan kami gencarkan seperti membuka cabang di setiap pulau di Indonesia. Pada dasarnya kami ingin membantu memenuhi kebutuhan kemasan pasar seefektif mungkin, termasuk para UMKM” ujar Kennie.

Paling penting, menurut Kennie, dalam menjalankan kegiatan usahanya,Perseroan juga memiliki fokus agar turut berkontribusi mengurangi dampak lingkungan, dengan cara bekerja sama dengan pelanggan untuk mengumpulkan sampah-sampah plastik yang ada untuk proses daur ulang.

Secara kinerja, tahun lalu Perseroan berhasil mencatatkan pertumbuhan 32,26% menjadi Rp318,99 miliar dibanding periode yang sama tahun sebelumnya Rp77,81 miliar. Hal itudidorong oleh peningkatan penjualan jerigen, gallon, botol, dan material. Kendati secara laba bersih belum dapat terkerek tetapi Perseroan meyakini tahun ini kondisi berbalik akan terjadi dengan sinyal raihan laba bersih yang melonjak 113,6% per Mei 2022 lalu.

Adapun sejak berdiri pada 2005 lalu, Perseroan telah memulai kegiatan usaha di di Cileungsi – Bogor, dengan memproduksi beberapa jenis kemasan plastik dan  tissue steril. Saat ini, Perseroan juga telah memiliki cabang usaha yakni pabrik di Bandar Lampung, Binjai,Tangerang dan Sukabumi.

Artikel Terkait

Usai Diakuisisi Jinxin Singapore, Anak Usaha Bundamedik Siap Taklukkan Pasar IVF Indonesia dan Asean!

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Morula Indonesia (MI), anak perusahaan...

Akuisisi 30% Saham Anak Usaha BMHS, Jinxin Singapore Rogoh Kocek Rp422,030 Miliar!

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) -  PT Bundamedik Tbk (BMHS) telah menyelesaikan...

KSEI Tambah 8 Bank Baru! 23 Bank Kini Jadi Administrator RDN dan Pembayaran

STOCKWATCHNEWS.COM (JAKARTA) – PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI)...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru