STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Manajemen PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) berencana untuk melakukan pemecahan nilai nominal saham (stock split) MLPT, dengan rasio 1:25 pada bulan Juli 2026.
MLPT akan memecah setiap satu saham menjadi 25 saham baru. Dengan stock split ini, jumlah saham beredar perseroan akan meningkat dari 1,875 miliar saham menjadi 46,875 miliar saham. Sementara itu, nilai nominal saham MLPT akan berubah dari semula sebesar Rp100 per saham menjadi Rp4 per saham.
Sehubungan dengan rencana stock split ini, Perseroan terlebih dahulu akan meminta persetujuan kepada pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) MLPT yang dilaksanakan pada 29 Juni 2026.
Direksi MLPT dalam laporan keterbukaan informasi ke BEI, Kami 21 Mei 2026 menjelaskan, tujuan pemecahan nominal saham atau stock split tersebut adalah untuk meningkatkan likuiditas perdagangan saham MLPT agar lebih aktif.
Menurut Direksi MLPT, stock split akan menyebabkan harga saham Perseroan menjadi lebih terjangkau bagi investor sehingga dapat membantu pengendalian volatilitas saham.
Selain itu, stock split juga dimaksudkan untuk menarik minat investor baru serta memberikan akses yang lebih luas bagi investor ritel. Bahkan pemecahan nominal saham untuk meningkatkan daya saing Perseroan yang dapat memberikan pengaruh positif terhadap posisi Perseroan di pasar modal.
Sehubungan dengan rencana Stock Split, Perseroan telah menerima persetujuan prinsip dari BEI melalui surat No. S-05405/BEI.PP2/05-2026 pada 11 Mei 2026.
Direksi MLPT memperkirakan, perdagangan saham nominal baru Rp4 MLPT di pasar reguler dan negosiasi Bursa Efek Indonesia dimulai pada tanggal 29 Juli 2026. Sedangkan akhir perdagangan saham nominal lama, Rp50 di pasar reguler dan negosiasi BEI pada tanggal 28 Juli 2026. (konrad)

