spot_img

Paramita Bangun Sarana (PBSA) Kelola Tiga Proyek Strategis Senilai US$120 Juta

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Paramita Bangun Sarana Tbk (PBSA) telah dan sedang membangun sejumlah proyek, di antaranya Oil Storage Tanks, Unilever Oleochemical Indonesia (UOI), Jetty/Sea Port, Gedung Bali United, Kantor Smartfren, Sentul Culture Labs, Seimangkei Eco Oils, IKK Karawang, Tarjun Refinery, dan Jetty’s Trestle.

Adapun tiga proyek signifikan-strategis yang saat ini sedang dibangun. Pertama, proyek Tank Farm Marvel 2 yang berlokasi di Sei Mangkei, Sumatera untuk klien UOI dengan nilai proyek sebesar US$23 juta. Ruang lingkup pekerjaan adalah Storage Tank.

Kedua, pengerjaan proyek Oleo Chemical Complex berlokasi di Dumai, Sumatera Utara untuk clien PT Energi Sejahtera Mas. Nilai proyek sebesar US$93 juta. Lingkup pekerjaan adalah civil and structure, dan mechanical and electrical.

Ketiga, pengerjaan proyek Refinery Unilever berlokasi di Sei Mangkei, Sumatera untuk klien UOI dengan nilai proyek sekitar US$4 juta. Ruang lingkup pekerjaan adalah Refirery UOI. Dengan demikian, total nilai pengerjaan proyek sebesar US$120 juta.

Dalam paparan publik insidentil di Jakarta, Selasa (27/1/2026), manajemen PBSA menegaskan, wilayah operasional Perseroan berada di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan. Berikut di Sumatera, di Medan, Dumai dan Lampung. Adapun di Jawa, yaitu Banten, Jakarta, Sentul, Karawang dan Gresik.

Manajemen PBSA menyampaikan, sepanjang tahun 2025, Perseroan menjalankan kegiatan usaha secara konsisten dan berkelanjutan sesuai dengan rencana kerja yang telah ditetapkan. Aktivitas operasional utama Perseroan dan anak perusahaan berlangsung secara normal, dengan fokus pada pelaksanaan proyek yang sedang berjalan serta pemeliharaan kualitas pekerjaan.

Manajemen PBSA menegaskan, selama periode tersebut, tidak terdapat perubahan material terhadap kegiatan usaha utama maupun struktur operasional Perseroan. Dalam menjalankan kegiatan usaha, Perseroan senantiasa mengedepankan prinsip kehati-hatian, kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku, serta penerapan tata kelola perusahaan yang baik sebagai landasan dalam menjaga keberlangsungan usaha.

Perseroan dan anak usaha menjalankan kegiatan usaha secara konsisten dan berkelanjutan sesuai dengan rencana kerja yang telah ditetapkan. Aktivitas operasional utama tetap difokuskan pada pelaksanaan proyek yang sedang berjalan dengan memperhatikan kualitas pekerjaan dan ketepatan waktu penyelesaian.

“Rencana usaha Perseroan dan anak usaha ke depan tetap fokus pada core bisnis yang telah dijalanjan selama ini. Strategi usaha ke depan adalah penguatan operasional, efisiensi proses kerja, optimalisasi sumber daya dan pengelolaan risiko usaha secara terukur,” ungkap manajemen PBSA.

- Advertisement -

Artikel Terkait

BEI Gelar Pertemuan dengan MSCI Pekan Depan, Bahas Apa?

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akan...

Menanti Putusan MSCI 24 Juni, BEI Optimistis Indonesia Tetap Bertahan di Emerging Market

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bursa Efek Indonesia (BEI) tetap optimistis pasar...

Direktur Astra (ASII) Djap Tet Fa Serok 2,2 Juta Saham Perusahaan di Atas Harga Pasar

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)- Djap Tet Fa, salah seorang Direktur PT...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru