spot_img

Pasar Khawatir Konflik Berlanjut, Bursa Saham Eropa Berakhir di Zona Merah

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup melemah pada akhir perdagangan Jumat (19/6/2026) waktu setempat. Penurunan ini dipicu oleh merosotnya saham sektor pertambangan. Investor juga bersikap hati-hati setelah negosiasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran untuk mengakhiri konflik Timur Tengah menemui jalan buntu.

Mengutip Investing, indeks Stoxx Europe 600 yang berisi saham-saham utama di Eropa berakhir turun 0,2%. Meski melemah di akhir pekan, indeks ini tetap mencatat kenaikan mingguan tipis sebesar 0,4%. Sebelumnya, indeks sempat menyentuh rekor tertinggi pada awal pekan ini.

Sentimen risiko tetap goyah karena pembicaraan AS-Iran di Swiss yang direncanakan Jumat dibatalkan. Hal ini terjadi saat pertempuran berkobar di Lebanon dan menciptakan ketidakpastian baru. Namun, Israel dan Hizbullah kemudian menyepakati gencatan senjata di Lebanon.

Kenaikan harga minyak pada hari Jumat membuat saham sektor perjalanan dan rekreasi turun 0,9%. Sebaliknya, saham sektor energi justru naik 1,3%.

Saham pertambangan memimpin penurunan seiring melemahnya harga komoditas. Sektor ini merosot 2,1%. Perusahaan tambang yang tercatat di bursa London, Antofagasta dan Pan African Resources, menjadi yang paling terpukul. Saham Antofagasta anjlok 6,16% ke level 3.912,00 GBP.

Analis Morgan Stanley memberikan pandangan mereka terkait kondisi pasar saat ini. Mereka menyoroti pembukaan kembali Selat Hormuz sebagai jalur energi global.

“Pembukaan kembali ini hanya tercermin sebagian dalam rotasi dan cakupan ekuitas Uni Eropa, karena investor menunggu eksekusi kesepakatan,” tulis analis Morgan Stanley.

Morgan Stanley juga menurunkan peringkat saham energi menjadi “equal weight” dari sebelumnya “overweight”. Ekuitas di Eropa terus berada di bawah tekanan sejak perang dimulai. Kondisi ini dipicu dampak inflasi dari lonjakan harga minyak. Sentimen pasar belum pulih sepenuhnya karena rapuhnya negosiasi perdamaian.

Di sisi lain, data menunjukkan harga produsen Jerman naik lebih rendah dari perkiraan pada Mei. Angka tersebut naik 2,2% secara tahunan. Data ini memberikan sedikit kelegaan bagi investor yang khawatir biaya energi tinggi akan memicu inflasi.

Bank Sentral Eropa (ECB) pekan lalu menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya dalam hampir tiga tahun. Namun, para pembuat kebijakan memperkirakan jeda pada pertemuan berikutnya di bulan Juli sebagai skenario yang lebih mungkin terjadi.

Produsen peralatan cip ASML melaporkan perkembangan bisnisnya. Perusahaan menyatakan tidak pernah mengirimkan mesin litografi ultraviolet ekstrem ke China. Pernyataan ini muncul setelah laporan pejabat AS khawatir alat canggih tersebut sampai ke China. Saham ASML berakhir turun 1,1%.

Kabar kurang sedap datang dari grup hotel PPHE yang berbasis di Belanda. Saham PPHE anjlok 15.8%. Penurunan tajam ini terjadi setelah proposal pengambilalihan senilai 920,9 juta poundsterling atau setara 1,2 miliar USD dari Fattal Hotel Group asal Israel dinyatakan gagal

- Advertisement -

Artikel Terkait

Trump Ancam Serang Iran Lebih Keras, Selat Hormuz Resmi Ditutup Lagi!

STOCKWATCH.ID (SWISS) – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump...

Ancaman Trump dan Lonjakan Harga Minyak Tekan Kontrak Berjangka Saham AS

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Kontrak berjangka (futures) indeks saham...

Bursa Saham Asia-Pasifik Ditutup Bervariasi: Nikkei Menguat, Kospi Turun

STOCKWATCH.ID (TOKYO) – Bursa saham di kawasan Asia-Pasifik ditutup...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru