spot_img

Trump Ancam Serang Iran Lebih Keras, Selat Hormuz Resmi Ditutup Lagi!

STOCKWATCH.ID (SWISS) – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan memulai kembali perang dengan Iran pada Minggu (21/6/2026). Ancaman ini muncul saat Wakil Presiden JD Vance sedang bertemu dengan pejabat Iran di Swiss untuk pembicaraan damai. Situasi semakin tegang setelah Teheran mengumumkan penutupan kembali Selat Hormuz.

Mengutip CNBC, pertemuan di resor Bürgenstock, Swiss ini merupakan perundingan pertama di bawah nota kesepahaman (MoU) yang disepakati kedua negara pekan lalu. Kesepakatan tersebut bertujuan mengakhiri perang dan memperpanjang gencatan senjata selama 60 hari.

Salah satu poin utama kesepakatan adalah pembukaan kembali Selat Hormuz. Jalur ini merupakan titik nadi bagi pengiriman energi global. Kesepakatan itu juga mencakup penghentian semua permusuhan, termasuk pertempuran di Lebanon antara Israel dan Hizbullah.

Namun, pihak Iran berpendapat AS gagal memenuhi komitmen untuk menghentikan pertempuran di Lebanon. Akhir pekan ini, Iran menyatakan telah menghentikan kembali lalu lintas maritim di Selat Hormuz. Mereka juga menyebut pembicaraan pada hari Minggu tidak akan membahas isu penting seperti program nuklir.

Melalui media sosial Truth Social, Trump melontarkan peringatan keras kepada sekutu Iran di Lebanon. Ia meminta gangguan tersebut segera dihentikan.

“Iran harus segera menghentikan PROKSI bayaran mereka di Lebanon dari membuat masalah. Jika tidak, kita akan memukul Iran dengan sangat keras lagi, persis seperti yang kita lakukan minggu lalu, hanya saja lebih keras!!!” tulis Trump.

Laporan Fox News menyebutkan Trump melangkah lebih jauh dalam sebuah wawancara. Ia memperingatkan pejabat Iran jika selat tersebut ditutup, Iran tidak akan lagi memiliki negara. Trump bahkan mengancam akan mengambil alih jalur perairan tersebut.

Di lokasi perundingan, Vance didampingi mediator dari Qatar dan Pakistan. Ia mencoba meredam ketegangan akibat kekerasan di Lebanon. Ia mengklaim ada kemajuan menuju penghentian permusuhan.

“Hal-hal seperti ini selalu sedikit kacau,” ujar Vance kepada wartawan.

Meski Trump melontarkan ancaman, Vance menyebut sang Presiden tetap menginginkan adanya perubahan. Hal ini dilakukan demi masa depan hubungan kedua negara.

“Presiden meminta kami untuk membuka lembaran baru guna mengubah hubungan kami dengan rakyat Iran,” kata Vance.

Diplomat AS melalui laporan Axios menyebutkan para pihak mencapai kemajuan baik dalam upaya menjaga Selat Hormuz tetap terbuka. Pembicaraan juga fokus pada penegakan gencatan senjata di Lebanon dan kesepakatan nuklir.

Data pelayaran menunjukkan dampak langsung dari pengumuman Iran. Hanya satu kapal tanker kecil yang melintasi selat tersebut setelah pengumuman penutupan. Padahal dalam beberapa hari terakhir ada puluhan kapal yang lewat.

Pengumuman penutupan selat ini dilakukan saat bursa sedang libur akhir pekan. Dampak terhadap harga minyak dunia diprediksi baru akan terlihat pada perdagangan Senin.

Trump mengaku menyetujui MoU pekan lalu untuk menghindari depresi ekonomi global. Penutupan selat sebelumnya sempat melambungkan harga minyak sebelum akhirnya turun ke level rendah dalam seminggu terakhir.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan optimismenya terhadap hasil pembicaraan ini. Ia berharap perundingan dengan AS bisa menjadi dasar pertumbuhan ekonomi yang kuat.

“Tujuan pertama dari negosiasi ini adalah memulihkan akses ke beberapa aset Iran yang dibekukan,” tutur Pezeshkian.

Di Lebanon, situasi pada hari Minggu dilaporkan menjadi yang paling tenang dalam beberapa waktu terakhir. Tidak ada laporan kekerasan besar hingga malam hari. Kondisi ini dimanfaatkan warga Lebanon selatan untuk kembali ke rumah mereka setelah sebelumnya melarikan diri akibat invasi Israel.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Ancaman Trump dan Lonjakan Harga Minyak Tekan Kontrak Berjangka Saham AS

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Kontrak berjangka (futures) indeks saham...

Pasar Khawatir Konflik Berlanjut, Bursa Saham Eropa Berakhir di Zona Merah

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup melemah pada...

Bursa Saham Asia-Pasifik Ditutup Bervariasi: Nikkei Menguat, Kospi Turun

STOCKWATCH.ID (TOKYO) – Bursa saham di kawasan Asia-Pasifik ditutup...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru