STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) berencana melakukan ekspansi besar. Emiten logistik ini akan mengambil alih 99,99% saham PT Bermuda Inovasi Logistik (PT BIL).
Nilai transaksi akuisisi ini mencapai Rp 215 miliar. WBSA membeli saham tersebut dari PT Bermuda Nusantara Logistik (PT BNL) selaku penjual.
Manajemen WBSA menjelaskan pengambilalihan ini mencakup 191.250 lembar saham. Sumber dana untuk aksi korporasi ini berasal dari dana hasil penawaran umum perdana saham atau IPO Perseroan.
“Rencana pengambilalihan ini didasarkan pada pertimbangan strategis untuk memperkuat posisi Perseroan sebagai penyedia layanan logistik multimoda terintegrasi di Indonesia,” tulis Direksi WBSA dalam keterbukaan informasi.
Langkah ini bertujuan memperluas jangkauan wilayah operasi, terutama di luar Pulau Jawa. WBSA ingin masuk lebih dalam ke sektor industri primer seperti pertambangan dan komoditas hulu.
Akuisisi ini masuk kategori transaksi material. Nilai transaksinya mencapai lebih dari 50% dari ekuitas WBSA berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2025.
Selain itu, ini merupakan transaksi afiliasi. Ada kesamaan anggota Direksi dan Dewan Komisaris antara WBSA dan PT BNL.
Nama Andree tercatat sebagai Komisaris Utama di WBSA sekaligus Direktur di PT BNL. Sementara Edwin Wibowo menjabat Direktur Utama di WBSA dan Komisaris di PT BNL.
Keduanya juga merupakan penerima manfaat akhir atau ultimate beneficial owner dari kedua perusahaan tersebut. Masing-masing memiliki saham 50% di PT BNL.
Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Kusnanto & Rekan telah memberikan penilaian atas rencana ini. Nilai pasar 99,99% saham PT BIL pada 31 Desember 2025 adalah Rp 222,68 miliar.
Artinya, harga beli Rp 215 miliar lebih murah 3,45% dari nilai pasar. KJPP menilai rencana transaksi ini wajar.
Hingga akhir 2025, PT BIL mencatat total aset sebesar Rp 576,46 miliar. Perusahaan target ini memiliki fokus usaha pada bidang aktivitas perusahaan holding.
WBSA akan meminta restu pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Rapat rencananya digelar pada Jumat, 19 Juni 2026 di Jakarta secara daring.
Setelah akuisisi, WBSA berharap terjadi sinergi operasional dan komersial. Integrasi dengan layanan angkutan laut milik anak usaha PT BIL diharap meningkatkan efisiensi biaya transportasi.
“Melalui integrasi operasional dengan PT BIL, Perseroan dapat meningkatkan efisiensi biaya transportasi dan utilisasi armada,” tambah Edwin.
Edwin menjelaskan WBSA akan memiliki posisi pasar lebih kuat di segmen logistik business to business (B2B). Skala usaha yang lebih besar akan meningkatkan daya saing perusahaan secara nasional.
Pihak perbankan seperti Bank OCBC, Bank Mandiri, dan Maybank Indonesia telah memberikan persetujuan atas rencana ini. WBSA juga menegaskan tidak ada benturan kepentingan dalam transaksi tersebut.

