STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) melaporkan registrasi pemegang efek bulanan untuk periode yang berakhir pada April 2026. Dalam laporan tersebut, konglomerat Prajogo Pangestu tercatat sebagai pemilik manfaat akhir atau Ultimate Beneficial Owner (UBO) perseroan.
Prajogo Pangestu mengendalikan CDIA secara tidak langsung melalui PT Chandra Asri Pacific Tbk dengan kepemilikan sebesar 60%.
Berdasarkan data perseroan, Chandra Asri Pacific menggenggam 74,89 miliar saham atau setara 60% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh. Pemegang saham utama lainnya adalah Phoenix Power B.V. yang memiliki 37,44 miliar saham atau 30%.
Perseroan juga mengungkap kepemilikan saham oleh anggota dewan komisaris dan direksi. Komisaris Andre Khor Kah Hin memiliki 19,25 juta saham atau 0,0154%, sedangkan Komisaris Erwin Ciputra memegang 3,7 juta saham atau 0,003%.
Dari jajaran direksi, Fransiskus Ruly Aryawan tercatat memiliki 5,6 juta saham atau 0,0044%, Jonathan Kandinata sebanyak 5 juta saham atau 0,004%, Merly sebanyak 4 juta saham atau 0,0032%, serta Agus Lukmanul sebanyak 1,5 juta saham atau 0,0012%.
“Direksi atas nama PT Chandra Daya Investasi Tbk bertanggung jawab penuh atas informasi yang tertera di dalam dokumen ini,” ujar Corporate Secretary CDIA, Merly, dalam keterbukaan informasi, Senin (11/5/2026).
Dari sisi kepatuhan terhadap ketentuan Bursa Efek Indonesia (BEI), jumlah pemegang saham CDIA telah memenuhi persyaratan minimum. Hingga April 2026, jumlah investor dengan Single Investor Identification (SID) mencapai 217.110 nasabah, jauh di atas ketentuan minimal 300 nasabah sebagaimana diatur dalam Peraturan Nomor I-A.
Namun, porsi saham yang dimiliki publik (free float) masih belum memenuhi batas minimum yang ditetapkan BEI. Per akhir April 2026, jumlah saham free float CDIA tercatat sebanyak 12,35 miliar lembar atau setara 9,9% dari total saham tercatat.
Angka tersebut masih berada di bawah ketentuan minimum 15% bagi emiten yang tercatat di Papan Pengembangan.
Persentase free float itu juga turun tipis dibandingkan posisi bulan sebelumnya sebesar 9,96%. Penurunan tersebut sejalan dengan meningkatnya jumlah saham tresuri perseroan dari 11,57 juta saham menjadi 44,14 juta saham pada akhir April 2026.
Hingga akhir periode laporan, total saham CDIA yang tercatat di bursa mencapai 124,82 miliar lembar. Administrasi efek perseroan dikelola oleh PT Datindo Entrycom.
