Sabtu, Juli 20, 2024
28.4 C
Jakarta

Resmi Melantai di BEI Hari Ini, Saham Arsy Buana Travelindo Oversubscribed hingga 33,14 kali

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Saham PT Arsy Buana Travelindo Tbk (HAJJ) resmi dicatatkan dan mulai diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, Rabu (5/4/2023). HAJJ menjadi emiten ke-29 tahun 2023 atau perusahaan tercatat ke 854 di BEI.

Menurut Saipul Bahri, Direktur Utama HAJJ, saham Perseroan di bidang jasa penyedia akomodasi perjalanan wisata religius bagi jemaah ibadah umrah ini. mendapatkan respon positif dari pasar. Terbukti, selama masa periode penawaran umum saham HAJJ  mengalami kelebihan permintaan atau oversubscribed hingga 33,14 kali. Berdasarkan data dari sistem E- IPO., jumlah pemesan saham HAJJ adalah sebanyak 15.717 pihak yang tersebar dari 34 provinsi di Indonesia dan dari 5 negara. Para pemesan didominasi oleh investor individu sebanyak 15.709 pihak sedangkan sisanya sebanyak 8 investor institusi.

Saipul mengatakan, terjadinya oversubscribed adalah wujud kepercayaan investor terhadap prospek cerah Perseroan yang bergerak pada bidang jasa penyedia akomodasi untuk perjalanan wisata religius bagi jemaah ibadah umrah ini. “Kami berterima kasih sekaligus bangga dengan antusiasme investor yang teramat luar biasa ini,” ucap Saipul.

“Kami berharap dapat membesarkan bisnis size HAJJ di industri ini, sebagai service provider penyelenggara perjalanan umrah. Harapan utamanya juga karena kami ini merupakan perusahaan yang perdana listing di Bursa Efek Indonesia dapat menjadi benchmark bagi industri ini dan menjadi alternatif para investor untuk berinvestasi di saham ini,” Saipul menambahkan.

Sementara itu, sebagai penjamin pelaksana emisi efek, Direktur Utama Surya Fajar (SF) Sekuritas Steffen Fang mengemukakan, investor dapat melihat prospek bisnis yang sangat besar ke depannya, mengingat Negara Indonesia memiliki jumlah populasi muslim terbesar di dunia.

“Selain menyediakan one-stop-service solution bagi Perusahaan-perusahaan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) dalam menyediakan tiket pesawat, hotel dan land arrangement, calon investor dapat melihat bahwa perusahaan ini adalah penyedia akomodasi perjalanan wisata tercatat pertama di IDX yang memiliki fokus bisnis pada penyediaan akomodasi untuk perjalanan umrah,” ungkap Steffen.

Dalam Penawaran Umum Perdana Saham atau Initial Public Offering (IPO), Perseroan menawarkan sebanyak 687.100.000 saham atau sebanyak 29,998% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Dari aksi korporasi ini, Perseroan berhasil meraih dana IPO sebesar Rp96,194 miliar.

Perseroan juga menerbitkan sebanyak 549.680.000 Waran Seri I yang menyertai saham baru. Itu setara dengan 34,282% dari modal ditempatkan dan disetor penuh pada saat Pernyataan Pendaftaran. Waran ini diberikan cuma-cuma sebagai insentif bagi para pemegang saham baru.

Setiap pemegang 5 saham baru, berhak mendapat 4 Waran Seri I, di mana setiap 1 Waran Seri I memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli 1 saham baru. Harga pelaksanaan waran yakni Rp175 per saham sehingga total hasil pelaksanaan waran maksimal sebesar Rp96,194 miliar.

Pelaksanaan waran dapat dilakukan 6 bulan atau lebih sejak efek tersebut diterbitkan, yakni mulai 5 Oktober 2023 sampai dengan 3 April 2026.

Sekitar 60% dana yang diperoleh dari hasil IPO akan digunakan untuk reservasi tiket pesawat. Adapun sisanya sebesar 40% akan dipakai Perseroan untuk reservasi slot kamar hotel.

Saipul menegaskan, IPO HAJJ akan memperkuat dan memperluas jangkauan Perseroan dengan meningkatkan investasi pada penyediaan akomodasi yang lebih variatif dengan harga kompetitif.

“Potensi perjalanan ibadah umrah dan haji di Indonesia sendiri sangat besar lantaran jumlah umat muslim mencapai lebih dari 200 juta. Hal ini tentu menjadikan prospek usaha PT Arsy Buana Travelindo Tbk sangat menjanjikan dan cerah ke depannya,” tambah Saipul.

Pemegang saham PT Arsy Buana Travelindo Tbk adalah PT Madinah Iman Wisata sebesar 99,998% dan Saipul Bahri sebesar 0,002%.

Artikel Terkait

Usai Diakuisisi Jinxin Singapore, Anak Usaha Bundamedik Siap Taklukkan Pasar IVF Indonesia dan Asean!

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Morula Indonesia (MI), anak perusahaan...

Akuisisi 30% Saham Anak Usaha BMHS, Jinxin Singapore Rogoh Kocek Rp422,030 Miliar!

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) -  PT Bundamedik Tbk (BMHS) telah menyelesaikan...

KSEI Tambah 8 Bank Baru! 23 Bank Kini Jadi Administrator RDN dan Pembayaran

STOCKWATCHNEWS.COM (JAKARTA) – PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI)...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru