STOCKWATCH.ID (JAKARTA)– Pemegang saham pengendali PT Bayan Resources Tbk (BYAN), Low Tuck Kwong menambah investasi atau kepemilikan dengan memborong sebanyak 3.000.000 lembar (0,01%) saham perusahaan batubara tersebut pada tanggal 29 Juni 2026.
Pemegang sahampengendali Low Tuck Kwong membeli saham BYAN pada harga Rp10.000 per lembar atau di bawah harga pasar. Pasalnya, pada tanggal 29 Juni 2026, saham BYAN ditutup di level Rp11.750 per unit. Itu berarti, pengendali mengakumulasi saham BYAN lebih murah Rp1.750 per unit dengan menggelontorkan dana sebesar Rp30 miliar.
Berdasarkan laporan perubahan kepemilikan saham yang disampaikan Manajemen Perseroan ke BEI, Selasa 30 Juni 2026, tujuan Low Tuck Kwong memborong saham BYAN untuk menambah investasi atau kepemilikan di saham Perusahaan Batubara tersebut.
Sebelum transaksi, Low Tuck Kwong menggenggam saham BYAN sebanyak 13.413.921.870 unit atau setar 40,24% saham. Setelah dilakukan transaksi, kepemilikan Low Tuck Kwong atas saham BYAN meningkat menjadi 13.416.921.870 unit atau setara dengan 40,25% saham.
Pada perdagangan sesi II di Bursa Efek Indonesia, Selasa 30 Juni 2026, saham BYAN tercatat turun 1,70% menjadi Rp11.550 per unit. Selama sepekan, harga saham BYAN turun 1,26%. Jika dibanding antara harga 02 Juni 2026 sebesar Rp9.850 per unit terhadap harga penutupan kemarin, maka saham perusahaan batubara tersebut telah meningkat sebesar 19,28%.
PT Bayan Resources Tbk (BYAN) atau Bayan Group, adalah perusahana yang didirikan pada tahun 1973, dengan nama PT Jaya Sumpiles Indonesia. Perusahaan ini bergerak di bidang industri pertambangan dan kontraktor batu bara di Tabang dan Pakar, Kalimantan Timur.
Kapasitas produksi Perseroan mencapai 22,7 juta ton pada tahun 2008, menjadikan Bayan Group salah satu dari 5 produsen batu bara terbesar di Indonesia. Perusahaan juga memiliki beberapa infrastruktur batu bara, seperti Terminal Batubara Balikpapan, Dermaga Perkasa, dan Dermaga Wahana, serta dua Kapal Transfer Terapung (KFT).

