STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia melemah pada akhir perdagangan Selasa (30/6/2026) waktu setempat atau Rabu pagi (1/7/2026) WIB. Logam mulia ini berada dalam jalur penurunan kuartalan paling tajam dalam 13 tahun terakhir. Pelemahan ini terjadi seiring ekspektasi kenaikan suku bunga Amerika Serikat (AS) untuk meredam inflasi tinggi.
Mengutip CNBC, harga emas spot turun 0,2% ke posisi 4.008,94 USD per ons troi. Harga tersebut sempat menyentuh level terendah sejak November tahun lalu. Sepanjang Juni, harga emas sudah merosot sebanyak 11,3%.
Harga emas berjangka AS untuk pengiriman Agustus juga ikut melemah. Kontrak ini turun 0,4% menjadi 4.022,70 USD per ons troi. Penurunan ini menjadi kemerosotan kuartalan pertama sejak tahun 2024.
Emas biasanya dianggap sebagai pelindung nilai terhadap inflasi. Namun, suku bunga lebih tinggi cenderung membebani logam yang tidak memberikan bunga ini. Pasar kini menimbang stabilitas nota kesepahaman antara AS dan Iran yang mulai diragukan.
Edward Meir, analis dari Marex, memberikan pandangannya terkait kondisi pasar saat ini. Ia menyebut ketidakpastian stabilitas kesepakatan damai memberikan tekanan besar pada emas.
“Pasar sedikit gelisah tentang seberapa stabil [nota kesepahaman] tersebut. Ada tekanan pada emas karena orang-orang tidak melihat banyak titik terang di ujung jalan,” ujar Edward Meir.
Meir menambahkan inflasi AS tetap tinggi dan jauh di atas target bank sentral AS atau The Fed sebesar 2%. Pelaku pasar memperkirakan The Fed akan menjaga suku bunga tetap tinggi dalam waktu lama. Bahkan, ada kemungkinan kenaikan suku bunga lebih lanjut.
Data CME FedWatch Tool menunjukkan pedagang memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada September mencapai 65%. Investor kini menunggu data ketenagakerjaan ADP pada Rabu dan data nonfarm payrolls AS pada Kamis. Data ini penting guna mengukur arah kebijakan moneter The Fed.
Kabar lain datang dari survei OMFIF. Hasil survei menunjukkan bank-bank sentral cenderung mengurangi kepemilikan dolar AS dalam sepuluh tahun ke depan. Mereka berencana meningkatkan simpanan emas dalam jangka pendek karena kekhawatiran geopolitik.
Tren penurunan juga melanda logam mulia lainnya. Harga perak spot turun 0,8% menjadi 58,2585 USD per ons troi. Perak mencatat penurunan kuartalan terburuk sejak awal 2020.
Harga platinum turun 0,7% ke level 1.564,34 USD per ons troi. Sementara itu, harga paladium naik tipis 0,2% menjadi 1.215,94 USD per ons troi. Kedua logam ini tetap berada di jalur penurunan bulanan dan kuartalan.

