spot_img

Harga Minyak Anjlok, Imbas Rumor Dialog AS-Iran di Qatar

STOCKWATCH.ID (HOUSTON) – Harga minyak dunia ditutup dengan penurunan signifikan pada akhir perdagangan Selasa (30/6/2026) waktu setempat atau Rabu pagi (1/7/2026) WIB. Para pedagang pasar energi tengah memantau ketat potensi pembicaraan baru antara Amerika Serikat (AS) dan Iran di Qatar.

Mengutip CNBC, harga minyak mentah Brent untuk pengiriman Agustus turun tipis ke level 72,92 USD per barel. Kontrak ini merosot sekitar 21% sepanjang Juni. Ini merupakan penurunan bulanan terbesar bagi Brent sejak Maret 2020.

Adapun harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) jatuh 1,8% ke posisi 69,50 USD per barel. Minyak standar pasar AS ini anjlok lebih dari 20% selama Juni. Catatan tersebut menjadi kinerja bulanan terburuk bagi WTI sejak akhir 2021.

Pelaku pasar mencermati peluang pembicaraan AS-Iran di Doha. Meski merosot bulan ini, harga Brent dan WTI masih menguat sepanjang tahun berjalan. Perang AS dengan Iran sebelumnya telah menekan produksi dan distribusi minyak.

Presiden AS Donald Trump menyatakan pembicaraan kedua negara akan berlangsung di ibu kota Qatar pada Selasa. Melalui media sosial, Trump mengeklaim Teheran meminta pertemuan setelah adanya serangan udara AS pada akhir pekan lalu.

Namun, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran membantah adanya jadwal pembicaraan tersebut. Ia menyebut kunjungan delegasi teknis Iran ke Qatar pekan ini tidak terkait dengan kunjungan pejabat AS.

Utusan khusus AS Jared Kushner dan Steve Witkoff telah tiba di Doha pada Selasa. Juru bicara pemerintah Qatar menyebut Kushner akan bertemu dengan para mediator. Pertemuan tersebut tidak dilakukan secara langsung dengan pihak Iran.

Pesan yang simpang siur ini mempertegas rapuhnya kesepakatan damai sementara antara kedua negara. Sebelumnya, AS dan Iran menandatangani nota kesepahaman 14 poin pada 17 Juni untuk menghentikan pertempuran.

Konflik tersebut sempat melumpuhkan aliran minyak global melalui Selat Hormuz. Selat yang terletak di antara Oman dan Iran ini sangat vital karena menangani sekitar 20% lalu lintas minyak dunia.

Ahli strategi di ING mengaku terkejut dengan laju aksi jual di pasar minyak yang sangat agresif. Mereka menilai pasar terlalu optimistis menanggapi situasi tersebut.

“Aksi harga dalam beberapa minggu terakhir mencerminkan pasar memperlakukan gencatan senjata sementara antara AS dan Iran ini sebagai kesepakatan permanen. Jelas bukan itu masalahnya, dan seperti yang telah kita lihat selama empat bulan terakhir, situasi dapat berubah dengan sangat cepat,” ujar ahli strategi ING.

Pihak ING menambahkan butuh waktu lama untuk menyepakati gencatan senjata sementara. Menurut mereka, mencapai kesepakatan permanen soal nuklir dalam waktu 60 hari akan sangat optimis.

“Tentu saja selalu ada potensi gencatan senjata diperpanjang, yang secara efektif hanya akan menunda masalah ke masa depan,” tambah perwakilan ING tersebut

- Advertisement -

Artikel Terkait

Indeks Dow Jones Raih Kinerja Semester I Terbaik, Kontrak Berjangka Justru Melemah

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Kontrak berjangka (futures) indeks Dow...

Suku Bunga AS Bakal Naik, Harga Emas Dunia Menuju Penurunan Kuartalan Terburuk Sejak 2013

STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia melemah pada akhir...

Kontrak Berjangka Saham AS Bergerak Datar

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Kontrak berjangka (futures) saham Amerika...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru