spot_img

Wall Street Berpesta di Akhir Semester, Indeks Dow Jones Raih Rekor Tertinggi Baru

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Wall Street kompak menguat pada penutupan perdagangan hari Selasa (30/6/2026) waktu setempat atau Rabu pagi (1/7/2026) WIB. Bursa saham Amerika Serikat menutup paruh pertama tahun ini dengan kenaikan tajam. Sektor cip menjadi pendorong utama penguatan indeks pada sesi kali ini.

Mengutip CNBC, indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) di Bursa Efek New York naik 136,46 poin atau 0,26% ke level rekor 52.319,20. Indeks S&P 500 (SPX) juga naik 0,79% dan berakhir di posisi 7.499,36. Sementara itu, indeks komposit Nasdaq (IXIC) melesat 1,52% menjadi 26.213,72.

Saham-saham cip memimpin kenaikan pasar. Saham Nvidia menguat 2,6%, sedangkan Advanced Micro Devices melonjak 7,7%. Saham Intel tidak ketinggalan dengan kenaikan 6%. ETF Semikonduktor VanEck (SMH) ikut tumbuh lebih dari 3% dan mencatat kenaikan 82% sejak awal tahun.

Selasa menandai hari terakhir paruh pertama dan kuartal kedua tahun 2026. Dow Jones naik 8,9% dalam enam bulan pertama tahun 2026. Ini merupakan kinerja paruh pertama terbaik sejak tahun 2021. S&P 500 tumbuh 9,6% dalam periode yang sama.

Nasdaq tampil lebih perkasa dengan kenaikan lebih dari 12%. Sementara itu, indeks Russell 2000 melonjak hampir 22%. Angka ini menjadi kinerja paruh pertama terbaik bagi Russell 2000 sejak tahun 1991.

Awal tahun 2026 sempat diwarnai gejolak pasar. Harga energi sempat berayun liar akibat perang Iran. Ada pula ketidakpastian mengenai keberlanjutan pengeluaran untuk teknologi kecerdasan buatan (AI).

Tim Holland, Chief Investment Officer di Orion, memberikan pandangannya mengenai situasi ini. Ia menilai kinerja perusahaan menjadi kunci utama penggerak pasar.

“Bagi saya, pelajaran dari paruh pertama tahun 2026 adalah laba jauh lebih penting daripada apa pun, kecuali mungkin suku bunga,” ujar Tim Holland.

Kuartal kedua tahun ini terasa sangat kuat bagi bursa saham. Kekhawatiran seputar perdagangan AI mulai mereda. Selain itu, konflik perang juga tampak mendekati penyelesaian.

S&P 500 dan Nasdaq masing-masing melonjak 14,9% dan 21,4% pada kuartal kedua. Ini merupakan kenaikan kuartalan terbesar sejak kuartal kedua tahun 2020. Dow Jones juga tumbuh 12,9% dalam periode tersebut.

Holland memperkirakan tren pasar yang menguat akan terus meluas. Investor mulai melirik sektor pasar yang lebih murah. Syaratnya, tidak ada peningkatan ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran.

“Dunia terus fokus pada pembangunan belanja modal AI dan perdagangan AI, dan saya rasa itu tepat. Namun jika Anda melihat ke dalam pasar, apa yang telah bekerja sejak awal tahun hingga Juni ini adalah saham-saham value dibandingkan saham-saham growth,” tambah Holland.

Ia memprediksi suku bunga mungkin akan tetap sedikit tinggi. Kondisi ini biasanya menjadi hambatan bagi saham pertumbuhan yang harganya mahal. Namun, situasi tersebut justru menjadi pendukung bagi saham-saham yang peka terhadap ekonomi.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Nike Prediksi Pendapatan Bakal Merosot, Saham Sportswear Raksasa Ini Terkapar 4%

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Nike memprediksi penurunan pendapatan tahunan...

Ditopang Sektor Teknologi, Bursa Saham Eropa Tutup Bulan Juni di Zona Hijau

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup menguat pada...

Bursa Asia Ditutup Beragam, Nikkei dan Kospi Melaju di Tengah Pelemahan Hang Seng

STOCKWATCH.ID (TOKYO) – Bursa saham di kawasan Asia-Pasifik ditutup...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru