Wall Street Bangkit! Nasdaq Melejit 1,35%, S&P 500 Ikut Naik, Pasar Cuek Soal Gejolak Tarif Trump

STOCKWATCH.ID (NEWYORK) – Wall Street kembali menguat pada penutupan perdagangan hari Selasa (4/2/2025) waktu setempat atau Rabu pagi (5/2/2025) WIB, setelah sempat tertekan isu tarif dagang global.

Mengutip CNBC International, indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) di Bursa Efek New York, naik 134,13 poin atau 0,3% menjadi 44.556,04. Indeks S&P 500 (SPX) bertambah 43,31 poin atau 0,72% mencapai 6.037,88. Sementara itu, Indeks komposit Nasdaq (IXIC) yang didominasi saham teknologi, melonjak 262,06 poin atau 1,35% ke posisi 19.654,02.

Saham Palantir menjadi sorotan dengan lonjakan 24% setelah laporan keuangan kuartal IV-nya melampaui ekspektasi analis. Kenaikan ini turut mendorong saham teknologi lain, termasuk Nvidia yang naik 1,7%.

Pasar sempat bergejolak setelah China mengumumkan tarif baru untuk impor dari AS. Beijing menaikkan bea masuk hingga 15% untuk batu bara dan gas alam cair, serta 10% untuk minyak mentah, alat pertanian, dan beberapa jenis mobil.

Keputusan China ini muncul setelah AS menunda tarif tambahan untuk Kanada dan Meksiko. Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau mengungkapkan bahwa Presiden Donald Trump sepakat menunda tarif untuk Kanada selama 30 hari. Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum juga mengonfirmasi hal serupa.

Sebelumnya, pasar saham sempat melemah akibat ketidakpastian global. Pada sesi sebelumnya, Dow Jones turun 0,3%, S&P 500 melemah 0,8%, dan Nasdaq anjlok 1,2%.

Namun, beberapa analis tetap optimis. Jay Hatfield dari Infrastructure Capital Advisors menilai pelaku pasar terlalu khawatir soal tarif. “Tarif ini lebih bersifat politis, bukan ekonomi. Jadi, mereka tidak akan bertahan lama,” ujarnya. Hatfield juga memperkirakan S&P 500 bisa mencapai 7.000 di akhir tahun, naik hampir 17% dari penutupan Senin.

Trump sebelumnya juga mengancam bakal menerapkan tarif untuk Eropa dan Inggris. Namun, Hatfield yakin pasar akan terbiasa dan melihat sisi positifnya. “Awalnya panik, lalu sadar kalau sebenarnya ini bisa menghasilkan pendapatan,” katanya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Melaju Usai Gencatan Senjata Iran Diperpanjang

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau...

Ekonomi Jerman Melambat Akibat Perang Iran, Bursa Saham Eropa Tergelincir ke Zona Merah

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup melemah pada...

Nikkei 225 Cetak Rekor Tertinggi, Bursa Asia Beragam Usai Trump Perpanjang Gencatan Senjata Iran

STOCKWATCH.ID (TOKYO) – Bursa saham di kawasan Asia-Pasifik ditutup...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru