back to top

Harga Minyak Relatif Stabil Meski AS Isi Ulang Stok dan Gencatan Senjata Gaza Belum Jelas

STOCKWATCH.ID (NEWYORK) – Harga minyak dunia cenderung stabil pada penutupan perdagangan Selasa (7/5/2024) waktu setempat atau Rabu pagi (8/5/2024) WIB. Amerika Serikat (AS) bergerak untuk mengisi kembali stok minyaknya sementara situasi gencatan senjata di Gaza masih belum jelas.

Mengutip CNBC International, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni terkontraksi 10 sen atau 0,13% menjadi US$78,38 per barel, di New York Mercantile Exchange.

Adapun harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Juli 2024 terkoreksi 17 sen atau 0,20% mencapai US$83,16 per barel, di London ICE Futures Exchange.

Energy Information Administration (EIA) mengumumkan rencana untuk membeli 3,3 juta barel minyak guna mengisi kembali stok cadangan mereka. Awalnya, hal ini menyebabkan harga minyak naik sedikit, tapi akhirnya harga kembali turun.

Pasar minyak menjadi lebih ketat karena persediaan global menurun sekitar 300.000 barel per hari sepanjang tahun ini, terutama karena OPEC+ mengurangi produksinya.

Menurut EIA, masih banyak ketidakpastian tentang apa yang terjadi di Timur Tengah, yang bisa bikin harga minyak mengalami lonjakan tajam.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, bilang bahwa rencana gencatan senjata yang diterima oleh Hamas tujuannya untuk menghambat pasukan mereka masuk ke Rafah. Dia juga mengatakan rencana itu sangat jauh dari yang Israel butuhkan.

Harga minyak sempat naik gara-gara ada risiko di Timur Tengah, tapi akhirnya turun lagi karena pasokannya tidak banyak terganggu.

Menurut Mike Wirth, CEO Chevron, harga minyak tetap stabil. Tapi risikonya masih ada, terutama di Selat Hormuz yang jadi jalur penting buat minyak mentah.

OPEC+ punya cadangan 4 juta barel per hari buat atasi masalah pasokan jangka pendek, katanya EIA.

Harga minyak sempat naik sejenak akibat risiko geopolitik di Timur Tengah selama beberapa bulan terakhir sebelum akhirnya turun kembali karena tidak ada gangguan besar terhadap pasokan yang terjadi.

Delegasi Israel dijadwalkan tiba di Kairo untuk melanjutkan negosiasi gencatan senjata “untuk menghabiskan kemungkinan mencapai kesepakatan dalam kondisi yang dapat diterima oleh Israel,” menurut pernyataan dari kantor Netanyahu.

Analisis dari pialang minyak PVM, Tamas Varga, bilang gencatan senjata di perang tujuh bulan itu masih sulit dicapai. Dia juga bilang belum jelas apakah gencatan senjata bisa hentikan serangan Houthi di Laut Merah yang bisa menghancurkan pasokan minyak.

“Jadi, cuma investor yang berani yang bisa ngegadaiin itu,” kata Varga ke kliennya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Dunia Ketar-ketir, Harga Minyak Terancam Tembus USD100 Usai Serangan Militer ke Iran

STOCKWATCH.ID (CHICAGO)– Serangan militer Amerika Serikat (AS) dan Israel...

Menanti Hasil Perundingan Nuklir AS-Iran, Harga Emas Dunia Bergerak Stabil

STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia bergerak stabil pada...

Perundingan Nuklir AS-Iran Diperpanjang, Harga Minyak Dunia Turun Tipis

STOCKWATCH.ID (HOUSTON) – Harga minyak dunia turun tipis sekitar...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru