spot_img

Naik 3,45%, Nilai Kapitalisasi Pasar Tercatat Rp12.077 Triliun pada April 2024

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Rapat Dewan Komisioner Bulanan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) April 2024 menilai, tekanan di pasar saham global turut berdampak pada pasar saham domestik di bulan April 2024. Ini ditandai dengan terkoreksi IHSG  sebesar 0,53% ytd ke level 7.234,20 (melemah 0,75% mtd). Sementara nilai kapitalisasi pasar sebesar Rp12.077 triliun, naik 3,45% ytd, serta membukukan net buy sebesar Rp7,95 triliun ytd.

Menurut siaran pers RDKB Bulan April 2024 di Jakarta, Senin (13/5/2024), pelemahan terjadi diantaranya di sektor teknologi serta transportasi dan logistik (secara ytd). Di sisi likuiditas transaksi, rata-rata nilai transaksi harian pasar saham tercatat Rp11,63 triliun ytd.

Kemudian, di pasar obligasi, indeks pasar obligasi ICBI melemah 0,33% ytd ke level 373,40. Secara ytd, yield SBN secara umum naik rata-rata sebesar 41,77 bps di seluruh tenor dengan non-resident mencatatkan net sell sebesar Rp52,19 triliun. Untuk pasar obligasi korporasi, investor non-resident juga mencatatkan net sell sebesar Rp1,41 triliun ytd.

Di industri pengelolaan investasi, nilai Asset Under Management (AUM) pengelolaan investasi tercatat sebesar Rp810,28 triliun (turun 1,75% ytd), dengan Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksa dana tercatat sebesar Rp479,74 triliun, turun 4,33% ytd dan tercatat net redemption sebesar Rp56,18 triliun pada April 2024.

Penghimpunan dana di pasar modal masih dalam tren yang positif. Tercatat nilai Penawaran Umum sebesar Rp77,64 triliun dengan 17 emiten baru.  Sementara itu, masih terdapat 138 pipeline Penawaran Umum dengan perkiraan nilai indikatif sebesar Rp54,33 triliun.

Sedangkan untuk penggalangan dana pada Securities Crowdfunding (SCF) yang merupakan alternatif pendanaan bagi UKM, sejak pemberlakuan ketentuan SCF hingga April 2024 telah terdapat 17 penyelenggara yang telah mendapatkan izin dari OJK dengan 529 Penerbit, 172.431 pemodal, dan total dana yang dihimpun sebesar Rp1,11 triliun. (yan)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Rombak Metodologi HSC, BEI Saring 171 Saham Berkapitalisasi Besar di Atas Rp10 Triliun

JAKARTA, STOCKWATCH.ID – Bursa Efek Indonesia (BEI) menambah metodologi...

Jatuh Tempo 15 Juli 2026, Bank BJB (BJBR) Bayar Pokok Obligasi Subordinasi Seri A Rp Rp379 Miliar

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)-Manajemen PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru