STOCKWATCH.ID (LONDON) – Pasar Saham Eropa kembali melemah pada penutupan perdagangan hari Kamis (31/10/2024) waktu setempat. mengakhiri bulan Oktober dengan kerugian terbesar dalam setahun terakhir. Tekanan muncul dari laporan keuangan yang kurang memuaskan, inflasi yang meningkat, serta anggaran Inggris yang mengejutkan pasar.
Mengutip CNBC International, indeks Stoxx 600, yang mencakup saham di seluruh Eropa, turun 1,2% pada penutupan, menambah kerugian bulanan menjadi 3,4%. Ini adalah penurunan bulanan terbesar sejak Oktober 2023. Semua sektor utama dan bursa besar Eropa kompak mengalami penurunan.
Indeks FTSE 100 di Inggris turun 0,61% ke level 8.110,1. Indeks DAX Jerman melemah 0,93% menjadi 19.077,54. CAC 40 di Prancis merosot 1,05% ke 7.350,37. Bursa di Italia dan Spanyol pun melemah, dengan FTSE MIB turun 0,64% dan IBEX 35 kehilangan 0,36%.
Data awal Kamis menunjukkan inflasi zona euro naik menjadi 2% pada Oktober, sedikit di atas ekspektasi analis di angka 1,9%. Angka ini juga lebih tinggi dibandingkan inflasi September yang mencapai 1,7%, meningkatkan kekhawatiran pasar.
Kenaikan inflasi ini menambah tekanan bagi Bank Sentral Eropa (ECB) untuk mempertimbangkan langkah penurunan suku bunga. Banyak ekonom kini memprediksi kemungkinan kecil ECB akan melakukan pemotongan besar sebesar 50 basis poin pada pertemuan Desember, dan lebih cenderung memilih pemotongan 25 basis poin.
Sebelumnya, data ekonomi yang dirilis Rabu menunjukkan perekonomian zona euro tumbuh 0,4% di kuartal ketiga 2024, melampaui perkiraan analis sebesar 0,2%. Meskipun ini memberi sedikit dorongan positif, pasar masih dibayangi berbagai tekanan eksternal.
Menghadapi akhir tahun, pasar saham Eropa berada di bawah tekanan besar, sementara investor terus memantau kebijakan bank sentral dan perkembangan ekonomi di zona euro.
