STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan bahwa status suspensi perdagangan saham PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) telah dicabut. Dengan demikian, saham RATU dapat kembali diperdagangkan mulai sesi I pada Jumat (17/1/2025).
Keputusan ini disampaikan oleh Yulianto Aji Sadono, Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI. Pencabutan suspensi ini merujuk pada Pengumuman Bursa Peng-SPT-00007/BEI.WAS/01-2025 yang diterbitkan pada 15 Januari 2025.
Setelah suspensi dicabut, saham RATU akan kembali diperdagangkan di Pasar Reguler dan Pasar Tunai mulai hari ini. “Diumumkan bahwa suspensi atas perdagangan saham PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) di Pasar Reguler dan Pasar Tunai dibuka kembali mulai sesi I tanggal 17 Januari 2025,” ujar Aji, dalam keterbukaan informasi dikutip Jumat (17/1/2025).
Untuk diketahui, BEI menghentikan sementara perdagangan saham RATU pada Kamis (16/1/2025). Langkah ini diambil setelah harga saham RATU melonjak tajam dalam waktu singkat.
Sebelumnya, pada Selasa (14/1/2025), BEI juga mengawasi ketat transaksi saham RATU. Pengawasan ini dilakukan karena adanya lonjakan harga saham yang tidak biasa, yang disebut dengan Unusual Market Activity (UMA).
Pada penutupan perdagangan Rabu (15/1/2025), saham RATU melesat sebesar Rp860 atau 24,78% menjadi Rp4.330 per lembar. Volume transaksi tercatat sebanyak 4,84 juta saham, dengan nilai Rp20,94 miliar. Frekuensi perdagangan mencapai 17.873 kali.
Saham RATU tercatat dan diperdagangkan di BEI pada Rabu (08/1/2024). Harga penawaran perdana saham RATU ditetapkan sebesar Rp1.150 per saham. Sebanyak 2,715 miliar saham RATU tercatat di BEI, terdiri dari 2,172 miliar saham milik pendiri dan 543,010 juta saham dari penawaran umum atau IPO. Saham RATU tercatat di Papan Pengembangan BEI.
