STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah memantau perkembangan saham PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET), PT Pyridam Farma Tbk (PYFA), PT Ancora Indonesia Resources Tbk (OKAS), dan saham PT Arthavest Tbk (ARTA) karena bergerak di luar kebiasaan (Unusual Market Activity/UMA).
Yulianto Aji Sadono, Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, dalam pengumuman tertulis, Jumat (18/7/2025) mengatakan, pengawasan terhadap pola transaksi saham INET, PYFA, OKAS dan ARTA dilakukan BEI dalam rangka perlindungan bagi investor.
Menurut Yulianto, informasi ini disampaikan agar investor lebih hati-hati dalam melakukan transaksi atas keempat saham tersebut di atas. Namun, Dia mengingatkan, pengumuman UMA ini tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal.
Yulianto mengimbau kepada investor untuk memperhatikan jawaban manajemen INET, PYFA, OKAS dan ARTA atas permintaan konfirmasi BEI terkait perkembangan harga saham tersebut. Selain itu, investor juga diminta mencermati keempat saham perusahaan tercatat di atas dan keterbukaan informasi.
Investor juga diminta untuk mengkaji kembali rencana corporate action keempat Perusahaan Tercatat di atas apabila rencana tersebut belum mendapatkan persetujuan RUPS.
“Investor perlu mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi terhadap saham INET, PYFA, OKAS dan ARTA,” ujarnya.
Seperti diketahui, saham INET pada perdagangan, Jumat 18 Juli 2025 ditutup di level Rp268 per unit, naik 10,74% dibanding penutupan, Kamis 17 Juli 2025. Selama sepekan perdagangan di BEI, harga saham telah melonjak 41,05%.
Adapun saham PYFA ditutup di level Rp390 per unit, pada perdagangan, Jumat 18 Juli 2025, naik 25% dibanding, Kamis, 17 Juli 2025 di Rp312 per unit. Dalam perdagangan sepekan, harga saham PYFA telah meningkat 66%, dari Rp234 per unit pada 11 Juli 2025 menjadi Rp390 per unit pada 18 Juli 2025.
Saham OKAS ditutup menguat 34,67% menjadi Rp268 per unit, pada perdagangan saham Jumat, 18 Juli 2025, dibanding Rp199 per unit pada 17 Juli 2025. Sedangkan saham ARTA pada penutupan perdagangan di BEI, Jumat 18 Juli 2025 berada di Rp2810 per unit, naik 8,07% dari Rp2.600 pada 17 Juli 2025. (konrad)
