back to top

Bursa Asia Rontok, Aksi Jual Saham Teknologi Merembet dari Wall Street

STOCKWATCH.ID (TOKYO) – Bursa saham di kawasan Asia-Pasifik berakhir berguguran pada perdagangan Kamis (18/12/2025) waktu setempat. Bursa di kawasan ini terseret oleh sentimen negatif dari Wall Street. Investor global ramai-ramai melepas kepemilikan saham teknologi mereka.

Mengutip CNBC International, saham-saham terkait kecerdasan buatan (AI) menjadi beban utama indeks. Hal ini terjadi setelah Financial Times melaporkan masalah pendanaan pada Oracle. Investor utama Oracle, Blue Owl Capital, dikabarkan menarik diri dari pembiayaan salah satu proyek pusat data perusahaan tersebut.

Akibatnya, saham Oracle anjlok 5,4%. Tekanan jual juga melanda saham-saham AI lainnya. Produsen chip Broadcom, Nvidia, dan Advanced Micro Devices ikut terseret turun.

Di Jepang, indeks Nikkei 225 memimpin kerugian di Asia dengan penurunan 1,03% ke level 49.001,5. Indeks Topix juga melemah 0,37% menjadi 3.356,89. Saham Softbank Group Corp menjadi salah satu yang paling terpukul di Nikkei 225, sempat jatuh hingga 7,25% sebelum menutup perdagangan dengan penurunan 3%.

Saham teknologi Jepang lainnya tak luput dari koreksi. Pemasok peralatan semikonduktor Advantest merosot hingga 5%. Sementara itu, Lasertec, Renesas Electronics, dan Tokyo Electron masing-masing turun antara 3% dan 4%.

Bank of Japan (BOJ) memulai pertemuan kebijakan dua harinya. Bank sentral Jepang diperkirakan akan menaikkan suku bunga menjadi 0,75% pada hari Jumat. Jika terjadi, ini akan menjadi level tertinggi dalam 30 tahun.

Pasar saham Korea Selatan juga tertekan. Indeks Kospi turun 1,53% menjadi 3.994,51. Indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq melemah 1,07% ke posisi 901,33.

Di Australia, indeks S&P/ASX 200 ditutup datar di level 8.588,2. Sorotan tertuju pada saham raksasa energi Woodside Energy yang turun 1,84%. Penurunan ini menyusul pengumuman pengunduran diri CEO dan direktur pelaksananya, Meg O’Neill. O’Neill dikabarkan menerima tawaran sebagai CEO di perusahaan minyak dan gas Inggris, BP.

Indeks Hang Seng Hong Kong diperdagangkan 0,76% lebih rendah. Indeks CSI 300 di China daratan juga turun 0,59% ke 4.552,79.

Saham produsen chip China, MetaX Integrated Circuits, merosot hingga 7%. Padahal, saham ini sempat melonjak hampir 700% pada debut pasarnya di Shanghai hari Rabu. Perusahaan ini berhasil mengumpulkan dana hampir US$ 600 juta dalam penawaran umum perdananya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Wall Street Makin Perkasa, Indeks Dow Jones Lompat 300 Poin Berkat Saham Nvidia

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau...

Ancaman Tarif Trump Mereda, Bursa Saham Eropa Kompak Berakhir Hijau

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup menguat pada...

Bursa Saham Asia Terbang, Nikkei dan Kospi Cetak RekorBaru

STOCKWATCH.ID (TOKYO) – Bursa saham di kawasan Asia-Pasifik kompak...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru