STOCKWATCH.ID – JAKARTA – Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali kedatangan calon emiten baru di awal tahun 2026. Hingga 15 Januari 2026, otoritas bursa mencatat terdapat 7 perusahaan yang masuk dalam daftar antrean atau pipeline pencatatan saham perdana atau Initial Public Offering (IPO).
Hal itu disampaikan oleh Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, di Jakarta, dikutip Jumat (16/1/2026).
Meski antrean mulai terisi, belum ada perusahaan yang resmi melantai di bursa pada dua pekan pertama tahun ini. Realisasi dana yang dihimpun pun masih nol rupiah.
“Sampai dengan 15 Januari 2026 telah tercatat 0 perusahaan yang mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan dana dihimpun Rp0,00 triliun,” ujar Nyoman.
Ia menambahkan, “Hingga saat ini, terdapat 7 perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI.”
Dari sisi skala aset, perusahaan yang hendak melantai ini didominasi oleh perusahaan besar. Merujuk pada Peraturan OJK (POJK) Nomor 53/POJK.04/2017, sebanyak 5 calon emiten memiliki aset skala besar. Nilai asetnya di atas Rp250 miliar.
Sisanya terbagi rata. Terdapat 1 perusahaan dengan aset skala kecil atau di bawah Rp50 miliar. Kemudian, ada 1 perusahaan masuk kategori aset skala menengah dengan nilai antara Rp50 miliar sampai dengan Rp250 miliar.
Menariknya, sektor keuangan atau financials menjadi penyumbang terbanyak dalam daftar tunggu ini. Berdasarkan data BEI, terdapat 2 perusahaan dari sektor keuangan yang siap IPO. Angka ini setara dengan 28,6% dari total pipeline.
Sementara itu, sektor lainnya berbagi porsi yang sama rata, yakni masing-masing 14,3% atau 1 perusahaan. Sektor-sektor tersebut meliputi Bahan Baku (Basic Materials), Energi (Energy), Perindustrian (Industrials), Teknologi (Technology), serta Transportasi dan Logistik (Transportation & Logistic).
Adapun sektor lain seperti Consumer Cyclicals, Consumer Non-Cyclicals, Kesehatan (Healthcare), Infrastruktur, serta Properti & Real Estat masih kosong dari daftar antrean.
