IHSG Rawan Terkoreksi, Pilarmas Sekuritas Rekomendasikan Beli INDF, CLEO hingga MBMA

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali tertekan hebat. Fenomena ini terjadi pada penutupan perdagangan Kamis (26/2/2026). Pilarmas Investindo Sekuritas memprediksi laju indeks komposit akan cenderung melemah terbatas pada hari ini, Jumat (27/2/2026).

Maximilianus Nico Demus, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, mengamati pergerakan pasar saat ini. Menurutnya, terdapat sejumlah sentimen negatif baik dari global maupun domestik yang membayangi pergerakan indeks. Pelaku pasar perlu mencermati level teknikal yang ada.

IHSG diprediksi akan bergerak pada rentang level support 8.200 dan resistance 8.330. Maximilianus memberikan penjelasan mengenai potensi teknikal pasar.

“Berdasarkan analisa teknikal, kami melihat IHSG berpotensi melemah terbatas dengan support dan resistance 8.200 – 8.330,” ujarnya.

Pada perdagangan sebelumnya, IHSG berakhir merana. Meski sempat dibuka menguat di level 8.351,361, indeks akhirnya anjlok 86,965 poin atau 1,04% ke posisi 8.235,262. Penurunan tajam ini dipicu oleh jatuhnya harga saham-saham unggulan seperti BBCA, BBRI, dan UNVR. Sektor transportasi dan logistik menjadi pemberat utama dengan koreksi terdalam hingga 4,54%.

Sentimen global turut memengaruhi psikologis investor. Kementerian Perdagangan Amerika Serikat (AS) menetapkan kenaikan bea masuk sementara untuk produk sel dan panel surya dari Indonesia sebesar 104,38%. AS menuduh produsen Indonesia menerima subsidi pemerintah yang tidak adil. Selain itu, ada dugaan Tiongkok memindahkan pabriknya ke Indonesia untuk menghindari tarif dagang.

Hal ini tentu memberikan tekanan bagi sektor manufaktur dan energi terbarukan di Tanah Air. Daya saing ekspor panel surya Indonesia di pasar AS terancam merosot tajam. Potensi investasi asing langsung atau Foreign Direct Investment juga bisa terganggu.

Dari sisi makroekonomi domestik, peringatan datang dari lembaga pemeringkat internasional. S&P Global Ratings menyoroti kenaikan biaya bunga utang pemerintah yang kemungkinan melampaui 15% dari pendapatan. Risiko defisit fiskal dan tata kelola menjadi perhatian serius. Sentimen negatif ini berpotensi memicu arus keluar modal asing dan menekan nilai tukar Rupiah.

Melihat kondisi tersebut, Pilarmas Investindo Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham pilihan untuk dikoleksi. Berikut adalah daftar saham yang layak dicermati pada perdagangan hari ini:

  1. INDF – BUY
  • Last Price: Rp 6.725
  • Support: Rp 6.550
  • Resistance: Rp 6.850
  • Target: Rp 6.825
  1. CLEO – BUY
  • Last Price: Rp 432
  • Support: Rp 412
  • Resistance: Rp 448
  • Target: Rp 446
  1. MBMA – BUY
  • Last Price: Rp 820
  • Support: Rp 810
  • Resistance: Rp 910
  • Target: Rp 900

Disclaimer: Artikel ini disajikan sebagai informasi. Isinya tidak dimaksudkan untuk mengajak pembaca membeli atau menjual saham. Seluruh pandangan dan rekomendasi bersumber dari analis sekuritas. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor. Lakukan riset secara mandiri sebelum menentukan pilihan investasi.

- Advertisement -

Artikel Terkait

BFIN Gelar RUPS 20 Mei, Minta Restu Alihkan 290 Juta Saham Treasury Senilai Rp223 Miliar untuk MESOP

STOCKWATCH.ID (TANGERANG SELATAN) – PT BFI Finance Indonesia Tbk...

Naik 0,46%, IHSG Sesi I ke 7.492,731 Diungkit Sederet Saham Ini

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan saham...

Rogoh Kocek Rp51 Miliar, Pengendali Serok 2,18% Saham Garuda Metalindo (BOLT)

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Garuda Multi Investama (GMI), pemegang saham pengendali  PT...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru