STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Pendapatan bersih PT Bakrie and Brothers Tbk (BNBR) turun 3,27% menjadi Rp3,74 triliun pada 2025, dari Rp3,86 triliun pada 2024. Penurunan terbesar pendapatan BNBR sepanjang tahun 2025 dari segmen infrastruktur dan manufaktur yakni 10,6%, menjadi Rp3,11 triliun pada 2024.
Kendati pendapatan turun, emiten di bidang industri manufaktur beraset Rp23,56 pada 2025 itu mencatat laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp493,85 miliar (Rp2,85 per saham) pada 2025, melonjak 50,75% jika dibandingkan Rp327,59 miliar(Rp2,05 per saham) pada tahun 2024.
Pertumbuhan laba di tengah penurunan pendapatan BNBR, menurut laporan keuangan Desember 2025 yang dipublikasikan Jumat, 27 Februari 2026, didukung antara lain oleh penghasilan lain-lain bersih yang mencapai Rp401,96 miliar pada 2025, melejit 277,93% dari Rp106,35 miliar pada tahun 2024.
Hal ini mendorong laba BNBR meraih laba sebelum pajak sebesar Rp518,83 miliar pada tahun 2025, meningkat 33,29% dibanding Rp389,23 miliar pada 2024.
Total liabilitas BNBR per Desember 2025 sebesar Rp18,89 triliun, membengkak hingga 547,6% dari Rp2,92 triliun per Desember 2024. Ini terdiri atas utang jangka pendek sebesar Rp3,59 triliun dan utang jangka panjang Rp15,29 triliun. Adapun jumlah ekuitas Perseroan mencapai Rp4,67 triliun per Desember 2025. (konrad)
