back to top

RMKE Resmi Rilis Obligasi Rp600 Miliar, Siap Genjot Bisnis Logistik Batu Bara

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT RMK Energy Tbk (RMKE) resmi memulai penawaran umum Obligasi Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2026 pada Jumat (27/2/2026). Langkah strategis ini dilakukan setelah perusahaan logistik dan komoditas terintegrasi tersebut mengantongi pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Dalam aksi korporasi ini, RMKE menargetkan penghimpunan dana segar sebesar Rp600 miliar. Obligasi tersebut ditawarkan dalam dua seri dengan peringkat idA (Single A) dari Pefindo.

Seri A ditawarkan dengan jumlah pokok Rp450 miliar, memiliki bunga tetap 7,75% per tahun dengan tenor 5 tahun. Sementara Seri B memiliki jumlah pokok Rp150 miliar dengan bunga tetap 8,25% per tahun untuk tenor 7 tahun.

Direktur Utama RMKE, Vincent Saputra, menjelaskan pendanaan ini menjadi strategi penting untuk menunjang kegiatan operasional. Perusahaan fokus mengoptimalkan infrastruktur jalan hauling baru yang telah terintegrasi.

“Kami optimis dapat meningkatkan volume jasa logistik melalui konektivitas jalan hauling serta memperbesar volume trading,” ujar Vincent dalam keterangan resmi di Jakarta, ditulis Sabtu (28/2).

Dana hasil emisi obligasi setelah dikurangi biaya-biaya akan dialokasikan sebagai pinjaman kepada anak usaha, yaitu PT Royaltama Multi Komoditi Nusantara (RMKN) dan PT Royaltama Mulia Kencana (RMUK). Alokasi dana ini ditujukan untuk pengadaan batu bara, modal kerja, hingga pembangunan train loading station.

Vincent menambahkan dana tersebut membuka opsi bagi perseroan untuk membeli batu bara dari tambang yang terintegrasi dengan fasilitas RMKE. Hal ini diharapkan mampu menjamin keberlanjutan kinerja perusahaan di masa depan.

“Pendanaan ini merupakan strategi penting RMKE untuk menunjang kegiatan operasional,” tegasnya.

RMKE menunjuk PT Sucor Sekuritas, PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk, dan PT BNI Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi obligasi. Sedangkan PT Bank KB Indonesia Tbk bertindak sebagai wali amanat.

Berdasarkan jadwal, masa penawaran umum berlangsung pada 26 Februari 2026. Penjatahan akan dilakukan pada 27 Februari 2026, dan obligasi dijadwalkan melantai di Bursa Efek Indonesia pada 4 Maret 2026.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Rupiah Anteng di Level Rp16.750, BI Siapkan Strategi Baru Perkuat Ekonomi

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika...

Targetkan Bisnis Wealth Management Tumbuh 15% di 2026, BTN Siapkan UMKM Naik Kelas

STOCKWATCH.ID (SURABAYA) – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk...

Penjualan dan Laba Lonsum (LSIP) Kompak Tumbuh pada Tahun 2025

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP)...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru