STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bayan Resources Tbk (BYAN) mncatat laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$767,91 juta (US$0,023 per saham) pada 2025, turun 16,77% jika dibandingkan US$922,64 juta (US$0,028 per saham) pada 2024.
Berdasarkan laporan keuangan Desember 2025 yang diumumkan Selasa, 3 Maret 2026, pendapatan bersih BYAN turun tipis 0,54% menjadi US$3,42 miliar pada 2025, dari US$3,44 miliar pada periode sama 2024
Penyumbang terbesar pendapatan BYAN sepanjang tahun 2025 dari penjualan batubara ke pihak ketiga yakni sebesar US$3,40 miliar, atau sekitar 99,41% dari total pendapatan. Sedangkan non batubara hanya menyumbang US$20,8 juta.
Beban pokok pendapatan BYAN nak 9,8%, dari US$2,11 miliar pada 2024, menjadi US$2,32 miliar tahun 2025. Akibatnya, laba kotor BYAN anjlok 16,99% jadi US$1,10 miliar pada 2025, jika dibanding US$1,33 miliar pada tahun 2024.
Setelah dikurangi beban usaha dan beban lain-lain, emiten yang bergerak di bidang industri pertambangan dan kontraktor batubara beraset US$3,37 miliar per Desember 2025 itu membukukan laba sebelum pajak US$1,01 miliar pada 2025, turun 16,05% jika dibandingkan US$1,21 miliar pada tahun 2024.
Total liabilitas BYAN per Desember 2025 sebesar US$680,46 juta, turun 43,65% dari US$1,21 miliar per Desember 2024. Ini terdiri atas liabilitas jangka pendek US$544,27 juta dan liabilitas jangka panjang US$136,18 juta. Adapun jumlah ekuitas Perseroan mencapai US$2,69 miliar per Desember 2025. (konrad)
