STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Penjualan bersih PT Kedawung Setia Industrial Tbk (KDSI) pada tahun 2025 naik 3,24% menjadi Rp2,13 triliun, dari Rp2,06 triliun pada tahun 2024. Sebesar Rp1,96 triliun (91,98%) penjualan KDSI dari pasar lokal, sedangkan penjualan ekspor hanya menyumbang sebesar Rp122,23 miliar.
Meski penjualan naik, laba emiten produsen peralatan rumah tangga beraset Rp1,21 triliun pada 2025 itu anjlok 61,91% menjadi Rp32,33 miliar (Rp19,96 per saham) pada 2025, dibanding Rp84,91 milar (Rp54,42 per saham) pada 2024.
Penurunan laba di tengah peningkatan pendapatan KDSI, menurut laporan Desember 2025 yang disampaikan ke BEI, Rabu 4 Maret 2026 disebabkan antara lain oleh kenaikan beban pokok penjualan yang lebih tinggi dari penjualan yakni sebesar 8,08% jadi Rp1,85 triliun pada 2025, dari Rp1,72 triliun pada 2024.
Selain itu, penurunan laba emiten produsen kabel tersebut juga disebabkan oleh kenaikan beban penjualan dan beban keuangan, masing-masing sebesar 4,76% menjadi Rp130,16 miliar dan 0,68% ke Rp21,01 miliar pada tahun 2025.
Akumulasi kenaikan beban penjualan, serta beban keuangan mengakibatkan, laba usaha emiten produsen peralatan rumah tangga itu merosot 58,10% menjadi Rp54,41 miliar pada 2025, jika dibandingkan Rp129,88 miliar pada tahun 2024.
PT Kedawung Setia Industrial Tbk (KDSI) merupakan produsen peralatan rumah tangga yang berbasis di Surabaya, Jawa Timur yang didirikan pada tahun 1973, dengan nama PT Kedawung. Perusahaan ini memproduksi peralatan berlapis enamel. Produknya memasuki pasar internasional sejak tahun 1987.
Perusahaan melakukan IPO pada tahun 1996 setelah namanya diubah menjadi yang sekarang. Selain memproduksi peralatan rumah tangga, perusahaan juga memproduksi barang konstruksi berlapis enamel yang dapat digunakan untuk atap stadion dan kubah masjid, serta tikar plastik berbahan polipropilen. (konrad)
