back to top

IHSG Diprediksi Sideways Cenderung Melemah, Phintraco Sekuritas Sarankan ‘Beli’ TLKM dan Saham-Saham Ini

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan bergerak sideways dan cenderung melemah pada perdagangan Jumat (6/3/2026). Prediksi ini disampaikan oleh tim riset Phintraco Sekuritas berdasarkan analisis teknikal yang dirilis hari ini.

“Diperkirakan IHSG akan sideways cenderung melemah pada kisaran level 7550-7800,” kata tim riset Phintraco Sekuritas.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil ditutup menguat lebih dari 1,75%. IHSG pada perdagangan saham Kamis (05/3/2026) ditutup di level 7.710,537. Berdasarkan data RTI Business, IHSG menguat 133,472 poin atau naik 1,76% dari penutupan Rabu (04/3/2026) di level 7.577,064.

Penguatan IHSG sejalan dengan sentimen positif indeks bursa global. Aksi beli saham murah atau bargain hunting turut menopang indeks. Hal ini terjadi meski muncul aksi ambil untung pada sejumlah saham yang telah reli. Sektor migas menjadi salah satu sasaran aksi jual ini. Mayoritas indeks di bursa Asia juga kompak mencatat kenaikan.

Nilai tukar rupiah justru ditutup melemah di level Rp16.905 per USD. Pelemahan ini sejalan dengan mayoritas mata uang di kawasan Asia. Di lantai bursa, sektor siklikal membukukan kenaikan paling tinggi. Sebaliknya, saham sektor transportasi mencatatkan koreksi paling dalam.

Secara teknikal, indikator Stochastic RSI berada di area jenuh jual. Kondisi ini membuka potensi pembalikan arah pasar. Namun, indikator MACD masih membentuk pelebaran histogram negatif. Phintraco Sekuritas menetapkan area resistance IHSG di level 7.800. Titik pivot berada di 7.700. Sementara level support tertahan di angka 7.550.

Investor kini menantikan rilis data cadangan devisa Indonesia bulan Februari 2026. Angka ini berpotensi turun akibat depresiasi rupiah yang berlanjut. Dari Amerika Serikat, ada sejumlah data ekonomi penting yang dinanti. Data tersebut meliputi nonfarm payrolls dan tingkat pengangguran bulan Februari 2026. Angka penjualan ritel Januari 2026 juga menjadi sorotan.

Konsensus memperkirakan data nonfarm payrolls melambat menjadi 59 ribu pada Februari 2026. Angka ini turun jauh dari posisi 130 ribu pada Januari 2026. Tingkat pengangguran diproyeksikan stabil di level 4,3%.

Phintraco Sekuritas merekomendasikan beberapa saham pilihan hari ini. Deretan saham tersebut adalah TLKM, BBCA, BMRI, ESSA, ASII dan AMRT.

Sumber Data: Phintraco Sekuritas.

Berikut ini adalah ulasan rekomendasi saham dari tim riset Phintraco Sekuritas:

1.ESSA – Trading Buy :
Resistance breakout 750 menjadi konfirmasi bullish reversal didukung volume yang solid seiring pelebaran positive slope MACD. Selama bertahan di atas 750, peluang bullish tetap terjaga.

Entry : >= Rp 750
Stop-loss : < Rp 725
Target 2: Rp 840
Target 1: Rp 800

2.TLKM – Trading Buy :
Tertahan di atas MA200 3200 seiring potensi golden cross pada Stochastic RSI menjadi sinyal awal rebound. Jika mampu kembali ke atas pivot 3450 menjadi konfirmasi rebound.

Entry : >= Rp 3200
Stop-loss : < Rp 3100
Target : Rp 3400-3450

3.AMRT – Buy on Support :
Konsolidasi di support area 1550 seiring Stocastich RSI yang sudah oversold menjadi indikasi awal rebound yang divalidasi jika breakout 1640. Selama harga bertahan di atas 1550 dalam jangka pendek, potensi rebound masih terjaga.

Entry : >= Rp 1550
Stop-loss : < Rp 1500
Target 2: Rp 1700
Target 1: Rp 1640

Disclaimer: Artikel ini disajikan sebagai informasi. Isinya tidak dimaksudkan untuk mengajak pembaca membeli atau menjual saham. Seluruh pandangan dan rekomendasi bersumber dari analis sekuritas. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor. Lakukan riset secara mandiri sebelum menentukan pilihan investasi.

- Advertisement -

Artikel Terkait

PIPA Batal Perpanjang Tender Wajib, Kini Fokus Rebranding dan Right Issue

STOCKWATCH.ID (TANGERANG) – PT Multi Makmur Lemindo Tbk (PIPA)...

IHSG Pagi Ini ke Zona Merah, Anjlok 1,95%, Bursa Asia Menguat

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan saham...

Lepas 1% Saham di Bawah Harga Pasar, Pengendali CEKA Kantongi Belasan Miliar

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)- Centratama Niaga Indonesia (CNI), pemegang saham pengendali...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru