STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) mencetak laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$15,26 juta (US$0,0056 per saham) pada 2025. Angka ini naik 10% dibandingkan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$13,87 juta (US$0,0055 per saham) pada 2024.
Terungkap dalam laporan keuangan RATU, dikutip Selasa (24/3/2026), pertumbuhan laba terjadi di tengah penurunan pendapatan bersih RATU sebesar 14,6% dari US$57,74 juta pada 2024 menjadi US$49,31 juta pada 2025.
Akan tetapi, beban pokok pendapatan dapat ditekan hingga turun 28,5% menjadi US$25,23 juta dari US$35,30 juta pada 2024. Hasilnya, laba bruto RATU naik sekitar 7,3% dari US$22,44 juta pada 2024 menjadi US$24,08 juta pada 2025.
Setelah dikurangi sejumlah beban, RATU mencatat laba sebelum pajak sebesar US$26,02 juta pada 2025, naik 5% dari US$24,77 juta pada 2024. Adapun laba tahun berjalan RATU mencapai US$15,20 juta pada 2025, tumbuh 8,96% dari US$13,95 juta pada 2024.
Sementara itu, total ekuitas RATU tercatat US$56,60 juta per 31 Desember 2025, meningkat 106,57% dari US$27,40 juta per 31 Desember 2024. Total liabilitas RATU menurun 23,64% dari US$25,42 juta menjadi US$19,41 juta per 31 Desember 2025. Adapun total aset RATU meningkat 43,9% dari US$52,82 juta per 31 Desember 2024 menjadi US$76,01 juta per 31 Desember 2025.
