Abaikan Ancaman Trump ke Iran, Nikkei Tembus 62.000 dan Bursa Asia Kompak Rebound

STOCKWATCH.ID (TOKYO) – Bursa saham di kawasan Asia-Pasifik kompak menguat pada penutupan perdagangan Kamis (7/5/2026). Investor menyambut baik rekor tertinggi baru indeks Nikkei Jepang. Sentimen positif ini muncul setelah pelaku pasar mengabaikan ancaman Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terhadap Iran.

Mengutip CNBC International, saham-saham Jepang melonjak lebih dari 5%. Indeks acuan Nikkei 225 menembus level 62.000 untuk pertama kalinya. Indeks ini ditutup pada posisi 62.833,84. Sektor material dasar, teknologi, dan keuangan memimpin penguatan tersebut.

Saham kelas berat Softbank melonjak lebih dari 18%. Perusahaan elektronik Ibiden menjadi penampil terbaik dengan lonjakan di atas 22%. Saham perusahaan semikonduktor Sumco Corp melesat 19,74%. Perusahaan manufaktur dan logam Mitsui Kinzoku juga naik 19%.

Indeks Topix di Jepang ikut naik 3% dan berakhir pada level 3.840,49. Di Australia, indeks S&P/ASX 200 bertambah 0,96% menjadi 8.878,1.

Bursa Korea Selatan mayoritas menghijau. Indeks Kospi melompat 1,43% ke level 7.490,05. Namun, indeks Kosdaq berkapitalisasi kecil justru merosot 0,91% ke posisi 1.199,18.

Indeks Hang Seng di Hong Kong melonjak 1,57%. Indeks CSI 300 di China daratan naik tipis 0,48% ke posisi 4.900,51.

Penguatan pasar regional terjadi di tengah laporan potensi kesepakatan damai antara Washington dan Teheran. Namun, Trump tetap memberi peringatan keras kepada Iran. Serangan bom dengan skala jauh lebih besar akan terjadi jika Iran menolak kesepakatan tersebut.

Trump menyampaikan pesan ini melalui unggahan di Truth Social. Operasi militer AS bernama Operation Epic Fury akan segera dihentikan dengan satu syarat.

“Akan berakhir jika Iran setuju untuk memberikan apa yang telah disepakati, yang mungkin merupakan sebuah asumsi besar,” tulis Trump.

Blokade laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran di Teluk Oman juga bisa dicabut jika kesepakatan tercapai.

“Memungkinkan Selat Hormuz TERBUKA UNTUK SEMUA ORANG, termasuk Iran,” tambahnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Ketegangan AS-Iran Memanas di Selat Hormuz, Stock Futures Melemah

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Kontrak berjangka (futures) saham Amerika...

Wall Street Ditutup Memerah, Investor Jenuh Beli?

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau...

Ketegangan AS-Iran dan Suku Bunga Norwegia Naik, Bursa Saham Eropa Kompak Memerah

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup melemah pada...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru