STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Kontrak berjangka (futures) saham Amerika Serikat (AS) bergerak mendatar pada Kamis malam (7/5/2026) waktu setempat. Para pelaku pasar sedang memantau perkembangan ketegangan militer antara AS dan Iran. Selain itu, investor menunggu rilis laporan data tenaga kerja periode April.
Mengutip CNBC International, kontrak berjangka S&P 500 dan Nasdaq 100 terpantau turun kurang dari 0,1%. Kontrak berjangka Dow Jones Industrial Average (DJIA) melemah 12 poin atau sekitar 0,1%.
Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) justru melonjak 2% dalam perdagangan tambahan. Kenaikan ini terjadi setelah militer AS dan Iran terlibat aksi saling serang di Selat Hormuz. Kedua belah pihak saling klaim mengenai siapa yang memulai serangan lebih dulu.
Komando Pusat AS menyatakan pasukan militer mencegat serangan Iran yang tidak beralasan. Mereka membalas dengan serangan pertahanan diri saat tiga kapal perusak Angkatan Laut AS melintasi jalur perairan tersebut.
Pada penutupan perdagangan Kamis, indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite melemah dari posisi rekor tertingginya. Indeks pasar luas S&P 500 turun 0,38%. Nasdaq yang didominasi saham teknologi terkoreksi 0,13%. Sementara itu, Dow Jones merosot 313,62 poin atau 0,63%.
Sentimen negatif muncul setelah pejabat senior Iran menyatakan sikap kerasnya. Iran tidak akan membiarkan AS membuka kembali jalur Selat Hormuz dengan rencana yang tidak realistis. Pihak Iran juga menuntut ganti rugi atas kerusakan yang ditimbulkan oleh konflik tersebut.
Fokus pasar kini tertuju pada rilis data tingkat pengangguran dan penggajian (payrolls) April pada Jumat pagi. Estimasi Dow Jones menunjukkan para ekonom memproyeksikan penambahan 55.000 lapangan kerja. Tingkat pengangguran AS diperkirakan tetap tertahan pada level 4,3%.
Meskipun terjadi fluktuasi harian, kinerja bursa saham sepanjang pekan ini masih positif. Musim laporan keuangan yang kuat menjadi pendorong utama. Indeks Nasdaq berada pada jalur kenaikan mingguan sebesar 2,8%. S&P 500 naik 1,5%, sedangkan Dow Jones menguat tipis 0,2%.
Chief Investment Strategist PNC Asset Management, Yung-Yu Ma menilai momentum pertumbuhan laba emiten masih akan berlanjut. Kondisi ini diprediksi tetap kuat hingga akhir tahun.
“Pasar dan analis masih memperkirakan pertumbuhan laba sekitar 20% atau lebih tinggi secara tahunan pada kuartal-kuartal berikutnya,” ujar Yung-Yu Ma.
Sejumlah perusahaan besar dijadwalkan merilis laporan keuangan sebelum pembukaan pasar pada Jumat. Emiten tersebut antara lain Toyota Motor, AMC Networks, Wendy’s, dan Brookfield Asset Management.
