STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diproyeksikan bergerak melemah pada perdagangan Rabu (25/3/2026). Pergerakan IHSG diperkirakan berada di rentang 6.750 hingga 7.350.
Proyeksi tersebut disampaikan Retail Research & Investment Bahana Sekuritas, Dimas Wahyu Putra Pratama, CTA, dalam riset yang dirilis hari ini. Ia menilai arah pergerakan indeks dipengaruhi sentimen teknikal dan kondisi global.
“Secara teknikal IHSG Rabu 25 Maret 2026 diperkirakan akan bergerak melemah,” ujar Dimas.
Sejumlah sektor dinilai menarik untuk dicermati pelaku pasar hari ini. Sektor tersebut mencakup IDXTECH, IDXFIN, IDXNCYC, IDXBASIC, IDXTRANS, dan IDXHEALTH.
Pada perdagangan Selasa (17/3/2026), IHSG ditutup menguat 1,20% ke level 7.106,839. Sebanyak 457 saham berhasil menguat pada hari tersebut. Penguatan ini ditopang oleh saham DCII (+5,80%), TLKM (+3,04%), MDKA (+8,17%), BRPT (+8,40%), dan EXCL (+15,62%).
Investor asing mencatatkan aksi jual bersih (net sell) senilai Rp679 miliar. Pergerakan pasar global memberikan pengaruh beragam. Bursa Wall Street ditutup melemah akibat ketidakpastian perundingan damai AS-Iran. Kondisi ini dipicu pengerahan 3.000 pasukan elit AS ke Timur Tengah.
Namun, bursa Asia justru menguat. Hal ini terjadi setelah Presiden AS Donald Trump menunda serangan terhadap jaringan listrik Iran. Harga minyak dunia terpantau bergerak variatif (mixed) di tengah negosiasi konflik Timur Tengah.
Dari sisi industri domestik, Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) menyoroti rencana peningkatan produksi batubara. Langkah ini diambil sebagai respons kenaikan harga energi global. Direktur Eksekutif APBI, Gita Mahyarani menyebut rencana peningkatan produksi merupakan hal positif bagi penerimaan negara.
Pemerintah melalui Kementerian ESDM sebelumnya menetapkan target produksi dalam RKAB 2026 di angka 600-an juta ton. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menginstruksikan perbaikan RKAB untuk perusahaan tambang. Langkah ini menyusul arahan Presiden Prabowo Subianto terkait dampak ketegangan AS-Iran.
Berikut daftar saham pantauan (watchlist) sektor batubara: AADI, ITMG, PTBA, BUMI, DEWA, DOID, GEMS, UNTR, dan BSSR.
Selain itu, Bank Indonesia (BI) mengklaim kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) sukses menurunkan suku bunga kredit. Penurunan ini terutama terjadi di sektor prioritas. Sektor jasa mengalami penurunan bunga sebesar 3 basis poin (bps) menjadi 7,80%.
Sektor konstruksi dan real estate juga turun 2 bps menjadi 6,87%. Namun, suku bunga sektor pertanian dan industri pengolahan mengalami kenaikan tipis. Rasio kredit bermasalah (NPL) secara rata-rata masih terjaga di bawah ambang batas 5%.
Daftar saham pantauan (watchlist) terkait kebijakan KLM: BBRI, BMRI, BBNI, BBCA, BBTN, BRIS, BNGA, BDMN, BTPN, MEGA, BBHI, ARTO, BBYB, BJTM, dan BJBR.
Untuk perdagangan Rabu (25/3/2026) hingga akhir pekan ini, Bahana Sekuritas merekomendasikan saham-saham berikut:
1. WIIM – ACC BUY
Stop Loss Under: Rp1.875
Target Price 1: Rp2.050
Target Price 2: Rp2.100
Current Price: Rp1.945
2. HMSP – ACC BUY
Stop Loss Under: Rp700
Target Price 1: Rp755
Target Price 2: Rp780
Current Price: Rp730
3. WIFI – ACC BUY
Stop Loss Under: Rp1.900
Target Price 1: Rp2.100
Target Price 2: Rp2.200
Current Price: Rp2.000
4. INET – ACC BUY
Stop Loss Under: Rp240
Target Price 1: Rp260
Target Price 2: Rp268
Current Price: Rp250
5. TOWR – ACC BUY
Stop Loss Under: Rp468
Target Price 1: Rp496
Target Price 2: Rp510
Current Price: Rp478
6. INCO – ACC BUY
Stop Loss Under: Rp5.250
Target Price 1: Rp5.850
Target Price 2: Rp6.025
Current Price: Rp5.575
7. ANTM – ACC BUY
Stop Loss Under: Rp3.600
Target Price 1: Rp3.910
Target Price 2: Rp4.080
Current Price: Rp3.750
8. MBMA – ACC BUY
Stop Loss Under: Rp685
Target Price 1: Rp735
Target Price 2: Rp750
Current Price: Rp700
9. ARTO – ACC BUY
Stop Loss Under: Rp1.300
Target Price 1: Rp1.450
Target Price 2: Rp1.535
Current Price: Rp1.385
10. AGRO – ACC BUY
Stop Loss Under: Rp174
Target Price 1: Rp189
Target Price 2: Rp198
Current Price: Rp181
Disclaimer: Artikel ini disajikan sebagai informasi. Isinya tidak dimaksudkan untuk mengajak pembaca membeli atau menjual saham. Seluruh pandangan dan rekomendasi bersumber dari analis sekuritas. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor. Lakukan riset secara mandiri sebelum menentukan pilihan investasi.
