Permintaan Aset Aman Meningkat, Harga Emas Dunia Naik Dua Hari Berturut-turut

STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia kembali menguat pada perdagangan Senin (30/3/2026) waktu setempat atau Selasa pagi (31/3/2026) WIB. Kenaikan ini tercatat untuk sesi kedua berturut-turut. Permintaan aset aman atau safe-haven meningkat di tengah memanasnya konflik Timur Tengah.

Mengutip CNBC International, harga emas spot naik 0,5% menjadi USD 4.513,54 per ons troi. Posisi ini membaik setelah sempat menyentuh level terendah sejak November pada awal pekan lalu. Emas berjangka AS untuk pengiriman April juga melonjak USD 115,30 dan menetap di USD 4.524,30 per ons troi.

Namun secara keseluruhan harga emas menuju penurunan bulanan yang signifikan. Sepanjang Maret logam mulia ini sudah jatuh lebih dari 13%. Kinerja tersebut menjadi performa bulanan terburuk sejak tahun 2008.

Kekhawatiran inflasi akibat konflik Timur Tengah menjadi pemicu utama tekanan harga. Investor juga memperkirakan kenaikan suku bunga global akan tetap tinggi. Kondisi ini membuat daya tarik emas sedikit terbebani meski ada dukungan dari permintaan safe-haven.

Jim Wyckoff, analis senior di Kitco Metals, memberikan analisanya terkait pergerakan harga saat ini. Ia menilai belum ada tanda-tanda meredanya ketegangan militer di kawasan tersebut.

“Perang masih memanas dan tidak ada tanda-tanda penyelesaian yang terlihat dan itu mendorong harga emas lebih tinggi karena permintaan aset aman… Fokus pasar dalam jangka pendek adalah pada perang, harga minyak mentah, imbal hasil obligasi, dan indeks dolar AS,” ujar Jim Wyckoff.

Ketegangan terbaru muncul setelah Iran menembakkan gelombang rudal ke Israel. Pihak Iran berjanji akan menghukum agresor seiring serangan pasukan Israel ke Teheran. Harga minyak juga terkerek naik usai kelompok Houthi dari Yaman ikut terjun ke dalam konflik.

Emas memang sering dipakai sebagai alat lindung nilai terhadap inflasi. Aset ini juga menjadi pilihan utama saat terjadi ketidakpastian geopolitik. Sayangnya emas tidak memberikan imbal hasil bunga bagi para pemegangnya.

Hal ini membuat emas kurang menarik bagi investor ketika suku bunga berada di level tinggi. Kini pelaku pasar mengalihkan fokus pada rincian data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang akan rilis pekan ini.

Beberapa data penting tersebut mencakup pembukaan lapangan kerja dan penjualan ritel AS. Ada juga laporan ketenagakerjaan ADP serta data nonfarm payrolls. Hasil rilis data tersebut akan memberikan gambaran lebih jelas mengenai arah kebijakan moneter mendatang.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Brent Melonjak 55% Selama Maret, Analis Prediksi Harga Minyak Tembus USD 150

STOCKWATCH.ID (HOUSTON) – Harga minyak mentah dunia berakhir bervariasi...

Harga Emas Dunia Melonjak 3%, Ini Pemicunya!

STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia melonjak tajam pada...

Harga Minyak Melejit ke Level Tertinggi 3 Tahun, Pasokan Timur Tengah Terancam

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Harga minyak dunia melonjak tajam...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru