STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Pendapatan bersih PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun 9,41% menjadi Rp89,36 triliun pada 2025, dari Rp98,65 triliun pada 2024.
Penyumbang terbesar pendapatan GGRM tahun 2025 adalah pasar lokal yakni Rp88,22 triliun. Jumlah tersebut sekitar 98,71% dari total pendapatan Perseroan. Sementara pasar ekspor hanya mengkontribusi pendapatan Rp1,14 triliun.
Ditinjau dari sisi produk, Sigaret kretek mesin menyumbang Rp79,41 triliun, turun 8,32% dari Rp86,62 triliun pada tahun 2024. Adapun produk Sigaret kretek tangan mengkontribusi pendapatan Rp7,93 triliun, turun 15,27% dari Rp9,36 triliun. Sementara produk Kertas Karton sebesar Rp798 miliar, dan lainnya Rp395 miliar.
Kendati pendapatan turun, laba bersih emiten produsen rokok beraset Rp75,25 triliun per Desember 2025 itu tumbuh 58,69% menjadi Rp1,55 triliun (Rp908 per saham) pada 2025, dibanding Rp980,81 miliar (Rp510 per saham) pada 2024.
Kenaikan laba di tengah penurunan pendapatan GGRM, menurut laporan keuangan per 31 Desember 2025 yang diumumkan ke BEI, Selasa 31 Maret 2026 ditopang antara lain oleh penurunan beban usaha sebesar 13,81% menjadi Rp6,62 triliun pada 2025, dari Rp7,69 triliun pada tahun 2024.
Selain itu, pertumbuhan laba emiten produsen rokok tersebut juga didukung oleh penurunan beban pokok pendapatan dan beban bunga, masing-masing sebesar 0,95% jadi Rp80,38 triliun dan 44,67% menjadi Rp278,21 miliar pada 2025.
Akumulasi dari penurunan beban pokok, beban usaha serta beban bunga tersebut, berhasil mendorong, laba usaha GGRM meningkat 48,76% menjadi Rp2,83 triliun pada tahun 2025, jika dibanding Rp1,90 triliun pada 2024. (konrad)
